BERSIH DESA DI NGLANGGERAN GKR PEMBAYUN: Promosi Gunung Api Purba
PATUK (KR) Bersih Desa atau Rasulan di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul berlangsung semarak. Ratusan warga dari tiga dusun meliputi Nglanggeran Wetan, Nglanggeran Kulon dan Gunungbutak mengikuti rangkaian rasulan. Bahkan pada puncak acara ratusan warga berebut dua gunungan besar yang berisi hasil-hasil pertanian beserta buah-buahan.

Kliping Kedaulatan Rakyat Rasul 2011
“Dengan pelaksanaan bersih desa diharapkan bisa memberikan dampak positif baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun bisa mempromosikan Gunung Api Purba di Nglanggeran, “Kata Ketua Karang Taruna GKR Pembayun ketika (lagi…)
Tujuh Keluarga Turun Gunung
Ratusan warga Dusn Nglanggeran Kulon, Nglanggeran Wetan, dan Gunung butak, Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk mengelar kirab budaya di lereng gunung Api Purba desa setempat, Minggu (13/11).

Kliping Harjo Rasulan 2011
Selain untuk melestarikan budaya yang telah turun temurun, warga juga bertekad untuk menjadikan kirab tersebut sebagai pemacu perekonomian, terutama melalui pengembangan kawasan wisata.
Kirab yang berlangsung sekitar 45 menit iitu diawali dari Lapangan Karang, Nglanggeran menuju salah satu lereng gunung api purba, atau dikenal dengan kawasan kalisong. Salah satu tokoh masyarakat Nglanggeran sekaligus panitia, Teguh Winardi menjelaskan selain untuk melestarikan budaya jawa, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan kawasan wisata Gunung Api Purba Nglangeran.
Pasalnya sejak setahun terakhir, kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan, termasuk dari manca Negara.”Paling utama memang untuk memopulerkan ekowisata Gunung Api Purba ini sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, ungkapnya.
Anggota Karang Taruna Nglanggeran Sugeng Handoko menjelaskan promosi sekaligus pelestarian budaya diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. (lagi…)
Warga 7 KK Puncak Gunung Api Purba Turun Gunung Saat Ritual Budaya
Baru pertama kalinya sekelompok warga 7 KK (Kepala Keluarga) Puncak Gunung Api Purba akan turun gunung untuk mengikuti kirab budaya. Even Kirab budaya Rasulan di Desa Nglanggeran merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh semua warga di Desa Nglanggeran, khususnya 3 pedukuhan yaitu Dusun Nglanggeran Kulon, Nglanggeran Wetan, dan Gunungbutak.

Acara Kirab Bdaya Rasulan 2011
Akan berbeda untuk acara kirab budaya pada tahun ini yaitu dari kelompok 7 KK yang berada dipuncak akan mengikuti kirab. Di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dari 7 Kelompok Keluarga itu mengikuti kirab budaya.
Kirab Budaya Rasulan yang dilaksanakan di Desa Nglanggeran dilaksanakan sebagai rasa syukur dari masyarakat desa yang mayoritas adalah petani. Sehingga kegiatan syukur itu diwujudkan dengan merayakan dan memberikan sodakoh (sedekah) kepada masyarakat lain di hari ulang tahun desa/bersih desa. Waktu dalam pesta rakyat dilakukan setahun sekali di Bulan Besar (Dzulhijah) penanggalan jawa pada hari Senin Legi atau Minggu Legi. Pemilihan hari memilih Minggu Legi atau Senin Legi merupakan naluri dan pilhan oleh sesepuh desa (Juru Kunci Gunung Api Purba). Perayaan Bersih Desa dikemas menjadi kirab budaya dan tayub dengan membawa hasil bumi ke Pendopo Kalisong Pangkal Gunung Api Purba Nglanggeran.
Dalam tahun 2011 ini lebih banyak wisatawan maupun (lagi…)
Pemuda Patuk jadi ketua pemuda Nasional
PATUK – Sugeng Handoko, Anggota Karang Taruna Desa Nglanggeran, kecamatan Patuk terpilih menjadi Ketua Umum Forum Pemuda Pelopor Nasional (FPPN) dalam Pemilihan di Hotel Savoy Bandung, 27 Oktober lalu.
Sementara dalam pemilihan Pemuda Pelopor Nasional Bidang Senibudaya dan Pariwisata, Sugeng berada diurutan keempat. Sugeng menjelaskan setelah terpilih menjadi ketua umum FPPN, dia berjanji akan mengenalkan Gunungkidul secara Nasional. Selain itu dia akan berupaya membuka jaringan ke sejumlah daerah lain guna mengenalkan potensi wisata dalam bersama pemuda pelopor lainnya di Indonesia.
Menurutnya FPPN tidak hanya membidik kaum pemuda, tetapi masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan yang diadakan para pemuda harus memeri manfaat bagi masyarakat secara luas. “Tindakan yang berguna bagi daerah yaitu mengolah potensi yang ada di daerah, forum itu juga akan mempermudah mengenalkan Gunungkidul di tingkat nasional,” terang Sugeng.
Sementara itu Kepala Seksi Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, (lagi…)
Hasil Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2011
Kepeloporan merupakan akumulasi dari semangat, sikap dan kesukarelawan yang dilandasi kesadaran diri atas tanggungjawab sosial untuk menciptakan sesuatu dan/atau mengubah gagasan menjadi suatu karya nyata yang dilaksanakan secara konsisten, gigih yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diakui pemerintah.
Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan penghargaan kepada para pemuda-pemudi Bangsa Indonesia yang memiliki kepeloporan dan prestasi dimasyarakat dalam 5 bidang diantaranya bidang pendidikan, senibudaya dan pariwisata, kewirausahaan, teknologi tepatguna, dan kebaharian/kelautan. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut dilakukan seleksi dari tingkatan paling bawah yaitu tingkat kabupaten, provinsi, dan baru tingkat nasional. Untuk bisa dinilai dan diikutkan menjadi kandidat peserta harus mendaftar dulu dan mengisi formulir serta melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.
Acara puncak dalam proses seleksi dan kegiatan peilihan pemuda pelopor tingkat nasional ini dilaksanakan pada bulan Oktober, khususnya pada hari Sumpah Pemuda. Untuk tahun 2011 ini dilakukan serangkaian acara dari tanggal 22-29 Oktober 2011 dengan rangkaian kegiatan ada Festival Pemuda dan Olahraga Indonesia (Indonesian Youth and Sport Festival) yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 22-23 Oktober 2011. Selanjutnya tanggal 25-29 Oktober berlanjut kegiatan seleksi pemuda pelopor dan PSP-3 Berprestasi Tingkat Nasional.
Berikut adalah hasil dari seleksi yang telah dilaksanakan :
Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan :
1. THANTIEN HIDAYATI Provinsi Jawa Timur jenis Kegiatan “Mendirikan Komunitas AKSARA menggagas pendidikan suplemen terpadu (integrasi pendidikan karakter dan minat bakat untuk anak) di Kota Malang”
2. HENGKI WAHYUDI, S.Pd. Provinsi Kalimantan Barat jenis Kegiatan “Media alat peraga interaktif etno-media”
3. MUTIA SUKMA Provinsi D.I. Yogyakarta “Mendirikan kelompok belajar Rejowinangun” (lagi…)













Komentar Pengunjung