Fenomena Awan Mirip Mbah Marijan di Puncak Merapi

November 3, 2010 at 8:25 am 105 komentar


Di bencana alam yang terjadi pada 26 Oktober hingga awal November 2010 di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terjadi di Kawasan Merapi menyimpan berbagai fenomena yang menarik dibicarakan. Geliat dan aktivitas merapi yang sudah bisa ditebak-tebak lagi oleh sang Juru Kunci (Mbah Marijan), mengeluarkan awan panas yang biasa disebut “wedhus Gembel” pada Selasa, 26 Oktober 2010 pukul 17.02 pertama kali keluar awan panasnya.

Merapi seakan semakin meningkatkan aktivitasnya, melakukan beberapa kali erupsi sehingga masyarakatpun segera dievakuasi ketempat yang lebih aman yang berjarak minimal 10 Km dari Puncak Merapi. Rabu, 27 Oktober 2010 terdapat kabar yang mengejutkan bagi masyarakat Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, dan seluruh warga Jogja karena Mbah Marijan sang juru Kunci merapi meninggal di Rumahnya yang ditemukan di dapurnya dalam kondisi Sujud.

 

Awan Mirip Mbah Marijan di Puncak Merapi

Awan Mirip Mbah Marijan di Puncak Merapi

Terdapat banyak fenomena lainnya diantaranya adalah munculnya Awan Petruk di Puncak Merapi sebelum kejadian meletusnya merapi. Selain itu munculnya awan di Puncak merapi menyerupai sang Juru kunci juga menimbulkan banyak persepsi dan penilaian di berbagai kalangan masyarakat. Munculnya Kyai Petruk yang dipercaya sebagai penunggu merapi ada yang berpendapat bahwa penjaga merapi sudah marah karena para pemimpin di bangsa ini tidak lagi lebih mengedepankan kepentingan rakyat. Dan munculnya awan bentuk wajah mbah marijan merupakan kesetiaan sang juru kunci yang selalu berada di Merapi untuk selalu menjalankan tugas yang telah diberikan oleh Sultan Kraton Yogyakarta kepadanya. Mbah marijan memang sosok pemimpin pemuka adat yang setia dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Hanya saja jika penulis melihatnya tatkala ada bencana dan bahaya yang mengancam seharusnya tetap berupaya menyelamatkan diri tidak tinggal diam menunggui merapi. Semua yang dilakukan oleh mbah marijan hanya beliau dan Allah SWT yang bisa mengetahuinya.

Yang ingin penulis sampaikan adalah nilai dan pelajaran positif yang seharusnya kita ambil dari sosok mbah marijan diantaranya setia dan tanggung jawab terhadap pekerjaan dan kepercayaan yang diberikan kepada kita menjadi amanah yang harus kita jaga. Adanya fenomena meninggal dalam kondisi sujud merupakan tanda pasrah kepada Allah SWT yang harus kita lakukan pada setiap kondisi tidak hanya disaat mendapat bahaya. Munculnya fenomena awan mirip Kyai Petruk dan Wajah sang Juru kunci di Merapi bisa banyak persepsi kita menilainya, merupakan kebesaran Allah SWT, sebuah ketidak sengajaan belaka, dan bisa juga diartikan sebagai pertanda dan pesan yang disampaikan kepada masyarakat semua. Harapan saya dengan adanya fenomena ini kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT Tuhan semesta alam dan selalu tetap semangat dan terus berkarya (Sugeng Handoko)

Lihat Juga hasil Proses Kegunung Apian yang terjadi dan saat ini menjadi suatu keajaiban Lokasi di Yogyakarta yang digunakan menjadi tempat wisata. Klik  Foto Keindahan Gunung Api Purba.

About these ads

Entry filed under: Misteri dan Nilai Sejarah. Tags: , , .

Inilah Foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk Bapak Bupati Gunungkidul (Prof Dr.Ir.H Sumpeno Putro MSc) Meninggal Dunia

105 Komentar Add your own

  • 1. oom taqim mustaqim  |  November 3, 2010 pukul 8:33 am

    sangat setuju dengan pendapat njenengan mas,fenomena apapun yang telah terjadi dengan gunung merapi memang seharusnya kita smua menyikapinya dengan sikap dan pemikiran yang positif.
    memandang dari sisi lain yang mengajak diri kita menjadi lebih baik,introspeksi diri lah klo orang 2 bilang.heheee..
    dengan kejadian ini smoga kita mendapatkan petunjuk and hikmah,InsyaALLAH.

    Balas
    • 2. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 8:51 am

      iya pak… memang saat ini terdapat beberapa masyarakat memandang berbagai fenomena yang ada dengan mengaitkan dengan hal-hal yang menuju syirik, dan tugas dari kita untuk mencoba meluruskannya….

      Balas
  • 3. nino  |  November 3, 2010 pukul 9:23 am

    apakah benar2 foto asli tuch…

    Balas
    • 4. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 9:42 am

      Untuk keaslian Foto, penulis tidak bisa menjamin asli atau tidaknya. Untuk Gambar Petruk memang ada seorng warga mengakui mengambil dari kamera digitalnya sendiri, kemudian untuk gambar mbah marijan di Puncak merapi sebenernya kalo ga salah sudah lama sebelum erupsi (sekitar maret) kalo tidak salah, untuk keasliannya sendiri tidak ada yang bisa menjaminya. jadi penulis lebih menggaris bawahi fenomena di masyarakat lebih condong percaya pada hal2 mistis dan tugas kita untuk bisa meluruskan hal tersebut. ..

      Balas
      • 5. weko  |  November 3, 2010 pukul 11:55 am

        paqncen iya kui gambar tahun 2006 ,karone kui hasil soto shop

      • 6. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 11:58 am

        wah…. ini ternyata ada info baru. dan kayaknya bener…. suwun infonya. Semoga menjadikan kita tidak mengait2kan dengan mitos yang menjurus syirik…

  • 7. sezano  |  November 3, 2010 pukul 9:48 am

    setuju dengan sosok kesetiaan mbah marijan.. hal seperti itu perlu kita tiru………

    akan tetapi apakah awan seperti sosok mbah marijan ini bener nyata… pakaian wajah dan tangannya itu seperti editan komputer…

    alangkah bagusnya jika benar awan mirip sang juru kunci ini di publikasikan secara original..

    Balas
    • 8. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 9:52 am

      iya memang sosok mbah marijan sosok yang patut diambil dari sisi yang positifnya… untuk awan mirip mbah marijan sampai saat ini belum ada yang bisa menjamin aslinya, dan bisa dimungkinkan juga editan. Hal yang ingin penulis sampaikan adalah bukan fenomena gambar mbah marijan itu tapi jiwa kesatria dan tanggung jawab nya dan sebaiknya rumor dan cara pandang masyarakat tentang fenomena ini bisa mengambil hikmah nya bukan lebih percaya mitos dan mendekati syirik…

      Balas
  • 9. evan setiawan wiharja  |  November 3, 2010 pukul 10:17 am

    Saya turut berduka cita atas kepergian Mbah Marijan.Padahal itu idola saya lho

    Balas
    • 10. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 10:20 am

      iya, kita semua berduka… apalagi masyarakat jogja, sosok yang sederhana dan selalu ramah menjadi sejarah fenomena merapi dan Keistemewaan Yogyakarta..

      Balas
  • 11. erlin erlansyah  |  November 3, 2010 pukul 10:47 am

    saya yakin ini bukan gambar asli…tapi gambar yg sudah diproses edit via adobe photoshop…insya’allah foto saya juga bisa koq tampil di asap merapi

    semoga dengan munculnya foto ini tidak membuat kita ke arah sifat musyrik…amin.

    Balas
    • 12. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 11:00 am

      oke pak erlin, mungkin saya juga tidak bisa yakin 100% gambar ini asli. dan saya sangat setuju semoga dengan munculnya foto ini tidak membuat kita ke arah sifat musyrik…itu yang ditekankan oleh penulis dalam artikel ini…

      Balas
  • 13. Kun Winoto  |  November 3, 2010 pukul 11:12 am

    wah…ini mahhhh…photoshop
    hahahahaha……

    Balas
  • 14. ECHA  |  November 3, 2010 pukul 12:19 pm

    GEJEEEEEEEEEEEEEEEE

    Balas
  • 15. aris  |  November 3, 2010 pukul 2:46 pm

    waaah photo itu cuman bohong2an…aris ahli photo kok mau dikibuli

    Balas
    • 16. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 5:48 pm

      wah ternyata sang ahli photo dah bilang kalo ini cuma bohong2an jadi sudah mulai ada titik terang nih… Terimakasih kepada pak aris…

      Balas
  • 17. A5  |  November 3, 2010 pukul 3:03 pm

    setuju photoshop….dikarenakan ada asap/awan2nx jd terliat samar, …..good job…

    Balas
    • 18. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 5:47 pm

      iya saya juga setuju,… kita ambil makna yang beredar dimasyarakat saja untuk dluruskan…

      Balas
  • 19. muhammad ali  |  November 3, 2010 pukul 3:37 pm

    dari photo ny kyak ny gag bener nii…..
    ngabul wae photo ny…
    wwkwk

    Balas
  • 20. galz  |  November 3, 2010 pukul 4:53 pm

    itu beneran ya fotonya? kok aneh ya kayak bukan mukanya mbah maridjan?

    Balas
  • 21. agus rahmadi  |  November 3, 2010 pukul 7:39 pm

    100% foto editan itu , , ,

    Balas
    • 22. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 7:46 pm

      oke… makasih atas infonya…. maklum saya gaptek jadi ga tau. he he… hanya saja banyak rumor di masyarakat semakin mencuat…

      Balas
  • 23. yodikeren  |  November 3, 2010 pukul 7:44 pm

    sebenarnya gak mau komen… tp kalo gak komen ada yg ganjal d hati… sy cm mau saran bwt kalisongku. kalo mau posting jgn yg “aneh”… sdh tau gambarnya hasil editan kok malah di bilang “sy tidak menjamin keasliannya”… itu pembohongan…
    thx

    Balas
    • 24. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 7:49 pm

      Oke Pak Yodi keren atas masukannya, ini diposting seperti itu memang karena keterbatasan pengetahuan penulis tentang keasliannya, disini lebih ditekannya ajakan penulis untuk lebih bisa menyikapi fenomena yang sedang hangat diperbincangkan soal merapi agar tidak menuju ke arah syirik. Bukan maksud untuk melakukan pembohongan. Terimakasih atas sarannya… Monggo siapa saja boleh berpendapat dan mengeluarkan unek2nya disini…

      Balas
  • 25. rakyat  |  November 3, 2010 pukul 8:04 pm

    wah… shotoshop itu mah gan…

    Balas
    • 26. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 8:39 pm

      oke semakin menguatkan saya bahwa foto ini editan…

      Balas
  • 27. chachanpesulaphandal  |  November 3, 2010 pukul 8:31 pm

    weiks,.. keknya fake alias foto palsu hasil editan…

    Balas
    • 28. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 8:40 pm

      oke makasih infonya…. semoga masyarakat tidak lagi menjadi percaya pada fenomena yang kurang jelas kebenarannya…

      Balas
  • 29. apri10  |  November 3, 2010 pukul 8:37 pm

    itu foto sepertinya editan total,

    by the way, saya setuju dengan pendapat kalau kita harus mencontoh sikap loyalitas yang dimiliki alm. Mbah Marijan

    Balas
    • 30. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 8:47 pm

      Yups… Sepakat…

      Balas
  • 31. ambon maniche  |  November 3, 2010 pukul 8:38 pm

    kuasa ALLAH…

    Balas
  • 32. yulia  |  November 3, 2010 pukul 8:39 pm

    ah….editan tuh !!!
    ngk mungkin bisa seketara itu.

    Balas
    • 33. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 8:46 pm

      Oke sepakat… tapi bukan penulis lho yang edit. he…

      Balas
  • 34. Tomy Meilando  |  November 3, 2010 pukul 8:59 pm

    Menurut saya itu hasil manipulasi foto, kemungkinan menggunakan photoshop, karena dimensi awan dan gbr ‘mirip’ mbah mrj sangat berbeda jauh, asap memiliki bentuk yang berbeda dalam hitungan detik, pergerakannya sangatlah cepat, untuk mengabadikan foto dengan detail seperti itu saya rasa membutuhkan kamera dengan teknologi yang bagus pula. Kesimpulannya foto tsb menurut saya adalah hasil rekayasa digital, thanks :)

    Balas
    • 35. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 9:33 pm

      Oke makasih atas infonya, nah kita bisa lebih tau bahwa sangat mudah untuk merekayasa, jadi tidak boleh menelan informasi mentah-mentah gtu ya. he hehe…. makasih bro…

      Balas
  • 36. suwandi  |  November 3, 2010 pukul 9:07 pm

    Mas ini sebuah musibah jangan terlalu didramatisir….ini sebagai intropeksi diri kita. Marilah kita saling mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Balas
  • 37. Tomy Meilando  |  November 3, 2010 pukul 9:09 pm

    Nambahin gan, barusan ane buat pake photoshop, cuma bentar kok, gak butuh waktu yg lama, cekidot >>

    http://www.freeimagehosting.net/uploads/92b12c0280.jpg

    Balas
    • 38. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 9:34 pm

      siph…. mantab…. ternyata mudah direkayasa.

      Balas
  • 39. dewagudang  |  November 3, 2010 pukul 9:41 pm

    coabalah ambil hukmah nya dri smua kejadian di bumi kita tercinta…
    jangan malah menjadi ajang perdebatan yang menguras energi tapi tanpa hasil….

    Balas
  • 40. phantomxy  |  November 3, 2010 pukul 9:51 pm

    100% hasil editan, biasanya kalo asli itu ada semacam blur di pinggirannya, lha ini ada garis tegasnya. 100% HOAX

    Balas
    • 41. Sugeng Handoko  |  November 3, 2010 pukul 10:14 pm

      Oke makasih infonya….

      Balas
  • 42. Yudis  |  November 3, 2010 pukul 11:57 pm

    Merapi meletus itu karena tuhan marah terhada orang yang menagung2kan merapi, tuhan pun murka dan seolah berkata, hai manusia ingat lah bahwa jg menagung kan merapi karena Tuhan maha kuasa atas dunai dan ahirat. dan merapai bukan apa2 bagi Nya
    sehingga bs dengan mudah menghacurkanya.
    jd bencana itu hanyalah peringatan

    Balas
    • 43. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 6:38 am

      semoga kita bisa memetik hikmah didalamnya. amin…

      Balas
  • 44. haidar  |  November 4, 2010 pukul 12:07 am

    memang masyarakat kita sangat kental dengan fenomena2 klenik, semua bisa dibumbui klenik, bahayanya adalah menjadi terjerumus ke musyrik, na’udzubillah… Doakan saja mbah marijan semoga khusnul khotimah, yang kena dampak bencana diberi ketabahan, tetap diberi jalan yang lurus, yang bisa nbantu ayo dibantu sebisanya..
    Ok … tetap semangat

    Balas
    • 45. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 6:39 am

      iya seharusnya kita bisa lebih mengajak dan melakukan pelurusan-pelurusan agar tidak adanya penyimpangan…

      Balas
  • 46. QinZirO  |  November 4, 2010 pukul 2:12 am

    wkwkwk.. penulis telah berdosa.. dan akan dicari sm arwahnya mbah marijan http://www.wxxxxxx.ww

    Balas
    • 47. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 6:45 am

      untuk dosa dan tidaknya seseorang hanya Allah SWt yang menentukan, untuk arwah yang mencari seseorang apalagi mbah marijan malah menjadi kebanggaan penulis kalo bisa bertemu. he he he… ^_^

      Balas
  • 48. Top Posts — WordPress.com  |  November 4, 2010 pukul 7:52 am

    [...] Fenomena Awan Mirip Mbah Marijan di Puncak Merapi Di bencana alam yang terjadi pada 26 Oktober hingga awal November 2010 di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terjadi di [...] [...]

    Balas
  • 49. suniacell  |  November 4, 2010 pukul 8:15 am

    yang saya kurang setuju adalah pendapat seperti ini “bahwa penjaga merapi sudah marah karena para pemimpin di bangsa ini tidak lagi lebih mengedepankan kepentingan rakyat”. kok pemerintah lagi yang di salahkan. sebaiknya jangan menyalahkan orang lain, tapi introspeksi dan kaji lah diri kita masing masing. Toh semua yang terjadi di alam ini sudah kehendak Allah.semunya diawali oleh manusia. jadi meletusnya gunung, bencana alam, longsor, tsunami dll tidak dan bukan semata mata kesalahan pemerintah, tapi ini menyangkut terhadap TUHAN DENGAN MAHLUKNYA /QOLIQ DAN MAHLUK

    Balas
    • 50. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 8:22 am

      iya… kita bebas berpendapat disini… ada beberapa orang berpendapat seperti itu, menurut saya pribadi semua ini adalah ujian dari Allah SWT dan bagi siaoa yang dapat lolos dari ujian ini maka akan meningkat drajatnya di hadapan Allah SWt dan jangan sampai kita terjerumus dalam mitos dan syirik….

      Balas
  • 51. suniacell  |  November 4, 2010 pukul 8:20 am

    tentang gambar tersebut saya yakin 1005 itu BUKAN asli Fenomena tapi asli sensasi yang di lakukan oleh tukang rekayasa photo. anda dan kita pun bisa membuat gambar seperti itu mah.

    Balas
  • 52. ......Mr Bas  |  November 4, 2010 pukul 9:20 am

    Betul…bagi saya yang biasa main photoshop..itu manipulasi photo….klihatan di gradasi antara awan dan gambar orang yang tidak mulus…salam

    Balas
  • 53. ru3za007  |  November 4, 2010 pukul 9:35 am

    Photoshop 100 %…

    Balas
  • 54. akbarulhuda  |  November 4, 2010 pukul 10:01 am

    hehe…. ide shotopop nya bagus gan…

    Balas
  • 55. Ph!duT  |  November 4, 2010 pukul 10:16 am

    wah fotonya editan tuh….

    Balas
  • 56. portal info cpns  |  November 4, 2010 pukul 10:53 am

    antara judul dan (ilustrasi) foto konsisten,
    tapi tidak mencerminkan isi posting.

    dengan pemilihan judul seperti ini, lebih banyak pembaca yang tersesat. Buktinya tuh, komen mereka macama2:)

    hehe..salam.
    btw, pernah liat tayangan tv ketika mbah marijan ditemukan? ada yang perhatikan arah sujud beliau?

    Balas
    • 57. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 11:10 am

      hmmm…. iya kita boleh berpendapat disini untuk arahnya kurang memperhatikan…

      Balas
  • 58. penuntut ilmu  |  November 4, 2010 pukul 11:40 am

    namana ibis ya gitu, suka menipu… mereka mnipu hingga menganggap marijan it dianggap juru kunci atau semisalnya. jlas itu kesyrikn yang nyata…
    gambar itu pun belum jaminan benar… Alloohul musta’an…
    tau gak marijan itu sujud ke arah mana,, ??? marijan tidak sujud ke arah kiblat… wal iyadzu billaah…
    Allooh menegur setiap kesyrikan dg adzab yang demikian,, apa masih kurang d berbagai wilayah laen yg dianggap ad juru kuncinya satu persatu sudah dianggap waspada…. kalau masih kurang, nunggu adzab yg lebih dahsyat lagi… sgeralah taubat wahai orang yg masih menganggap ada kekuatan lain selain Allooh subhaanaahu wa ta’ala…
    segeralah jauh tempat-tempat syrik spt berdoa di kburan dan semisalnya…
    ada artikel bagus nih silakan direnungkan,, http://abuadamblog.wordpress.com/2010/11/03/renungan-penyebab-terbesar-bencana-merapi/
    barokalloohufiyk

    Balas
    • 59. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 5:06 pm

      semoga kita tidak termasuk pada orang-orang yang syirik,…

      Balas
  • 60. Wasno Gunungkidul  |  November 4, 2010 pukul 1:09 pm

    Manusia sdh kehabisan akal, atau hanya sampai disitu dayapikir, nalar, well.

    Balas
    • 61. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 5:03 pm

      kalo menurut saya bukan kehabisan akal, tapi kini mulai pudar tingkat keimanannya… dan semoga kedepan kita bisa memperbaiki diri untuk bisa lebih baik lagi…

      Balas
  • 62. anamalichah  |  November 4, 2010 pukul 1:15 pm

    subhanallah……….
    mirip….

    Balas
  • 63. Bisnis Organik  |  November 4, 2010 pukul 1:39 pm

    ah , msa sii , tuh kya foto editan ..

    Balas
  • 64. Radiofm  |  November 4, 2010 pukul 4:30 pm

    Photoshop mang maknyus. Hasilnyapun jadi top posting wordpress. Great artikel.

    Balas
    • 65. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 5:01 pm

      oke makasih…. Disini penulis lebih ingin menekankan untuk bisa lbih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak menuju syirik…

      Balas
  • 66. defchania  |  November 4, 2010 pukul 6:05 pm

    mampir baca2

    Balas
  • 67. adit38  |  November 4, 2010 pukul 6:10 pm

    yang ini pasti asli
    Lomba blog berhadiah hape QWERTY, cekidot aja:
    http://adit38.wordpress.com/2010/11/02/online-kapan-dan-dimana-saja-dengan-nimbuzz/

    Balas
  • 68. andy tri  |  November 4, 2010 pukul 7:30 pm

    Pake photoshop semua bisa. gambarnya kontras banget. kelihatan kok manipulasinya. bahkan gambar kerbau sibuya dengan kepala SileBaY pun bisa. hehehehehe

    Balas
    • 69. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 9:06 pm

      oke makasih infonya…. he he…

      Balas
  • 70. 4dityabl0gs  |  November 4, 2010 pukul 7:35 pm

    photoshop terdeteksi gann…
    keliatan banget soalnya backround potonya :D

    Balas
    • 71. Sugeng Handoko  |  November 4, 2010 pukul 9:07 pm

      hmmmm… oke…

      Balas
  • 72. Ashar Tanjung  |  November 4, 2010 pukul 11:15 pm

    Hebat

    Balas
  • 73. Abied  |  November 5, 2010 pukul 7:45 am

    Apa iya beneran gitu? Rekasaya to?
    Xixixi …
    Salam kenal ..

    Balas
    • 74. Sugeng Handoko  |  November 6, 2010 pukul 3:03 pm

      iya… banyak yang menyatakan bukan asli (diedit pake potoshop), namun yang dikedepankan oleh penulis bukan masalah awan mbah marijan tapi fenomena yang ada dimasyarakat sangat percaya pada mitos dan ditakutkan menuju syirik… makanya dengan tulisan ini saya mengajak untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT

      Balas
  • 75. makhluklemah  |  November 5, 2010 pukul 7:59 am

    sotosop ni gan.. ane yg kaya ginian juga bisa buat..

    Balas
  • 76. feniwidiati  |  November 5, 2010 pukul 9:53 am

    mAnk skRng yg dpk!rn mAnus!a hNya ksEnangAn dOang. . .
    g mk!rn yg dA dsK!tr qt. . .

    Balas
  • 77. Brotoadmojo  |  November 5, 2010 pukul 10:30 am

    Apapun itu fenomenanya, yang terpenting tetap percaya sama GUSTI ALLAH…

    Terimakasih :)

    Balas
    • 78. Sugeng Handoko  |  November 6, 2010 pukul 2:59 pm

      Sepakat…. kita harus yakin dan percaya pada Allah SWT..

      Balas
  • 79. Daniel JP  |  November 5, 2010 pukul 11:30 am

    bener kayaknya editan

    Balas
  • 80. pena16  |  November 5, 2010 pukul 2:25 pm

    fotonya lucu……………………………………..
    kurang profesional sih yang buat nya

    Balas
  • 81. apriannor  |  November 5, 2010 pukul 4:00 pm

    Adobe Photoshop memang RRUUUARRRR BIAASAAA!!! hahahahaha!

    Balas
  • 82. haha  |  November 5, 2010 pukul 4:14 pm

    haha..ada ada aja…lucu…

    Balas
  • 83. elfarizi  |  November 5, 2010 pukul 4:27 pm

    Photoshop banget mas… Semoga tidak terjerumus pada hal-hal yang keliru ya. Amien.

    Balas
  • 84. gathotsutedjo  |  November 5, 2010 pukul 5:18 pm

    Ah… gambar seperti itu mudah direkayasa dengan photoshop atau software komputer lain…. jangan membodohi masyarakat lah…

    Balas
    • 85. Sugeng Handoko  |  November 6, 2010 pukul 2:56 pm

      Maaf Pak, disini penulis tidak bermaksud untuk membodoho masyarakat. Disini penulis menuliskan fenomena yang terjadi di masyarakat dan mengajak untuk tidak mudah percaya berita yang belum tentu kebenarannya dan menuju ke hal2mitos dan syirik. Disini saya mengajak untuk agar tidak terjerumus ke syirik… BUkan membodohi masyarakat..

      Balas
  • 86. manshurzikri  |  November 5, 2010 pukul 5:49 pm

    HOAX!

    Balas
  • 87. Blog Serba serbi  |  November 5, 2010 pukul 8:27 pm

    [...] Fenomena Awan Mirip Mbah Marijan di Puncak Merapi [...]

    Balas
  • 88. krupukcair  |  November 6, 2010 pukul 12:05 pm

    kirain betulan…

    Balas
  • 89. Johan  |  November 6, 2010 pukul 12:58 pm

    Wah.., mbah Marijan jadi kelihatan besar banget. Bagus juga editing fotonya.

    Balas
  • 90. theazx  |  November 6, 2010 pukul 7:02 pm

    wew? mbah marijan jadi jin? hhahahah, sotosop nya bagus :-bd

    Balas
  • 91. plentiswae  |  November 6, 2010 pukul 10:32 pm

    Setuju, nilai positif dari “si Mbah” yaitu setia dan tanggung jawab.
    Tapi setia itu tidak harus mengorbankan nyawa, masih banyak cara lain untuk mewujudkan hal tersebut. “Hidup itu hanya sekali. Jika dijalankan dengan benar, sekali saja sudah cukup” 8)

    Balas
    • 92. Sugeng Handoko  |  November 8, 2010 pukul 10:17 am

      hmmm…. iya manusia diberikan sekali hidup untuk mencari bekal hidup di akherat yang lebih lama waktunya…

      Balas
  • 93. Blogger Karawang  |  November 7, 2010 pukul 12:18 am

    dari kelihatan jauh seperti mbah maridjan..eh tapi bukan

    Balas
    • 94. Sugeng Handoko  |  November 8, 2010 pukul 10:16 am

      hmmm…. makasih dah mampir, iya banyak yang menyebutkan bukan…

      Balas
  • 95. purno  |  November 7, 2010 pukul 12:20 am

    betul ga yah?

    Balas
  • 96. zeita  |  November 7, 2010 pukul 3:57 pm

    kurang halus sedikit lg sotoshop nya, pasti lebih banyak yg ngira asli, but i like it, good job.. ;)

    Balas
  • 97. anamalichah  |  November 7, 2010 pukul 7:48 pm

    Editan tuch….

    Balas
  • 98. Ali  |  November 8, 2010 pukul 1:44 am

    Kesimpulannya: ini foto yg sudah disotoshop gan… hehe

    Balas
    • 99. Sugeng Handoko  |  November 8, 2010 pukul 10:15 am

      oke…. dan kita ambil hikmah dari semua itu….

      Balas
  • 100. srulz  |  November 8, 2010 pukul 8:29 am

    apapun itu, mungkin itu merupakan peringatan…

    Balas
  • 101. HARI LAVENO DE SANTOS  |  November 11, 2010 pukul 10:36 am

    foto diatas itu ga asli..itu foto udah lama hasil editan..kl foto mbah petruk yg barusan kmrn kemungkinan asli

    Balas
  • 102. ano  |  November 13, 2010 pukul 2:14 pm

    kayak sotosop itu gan?

    Balas
  • 103. kemen  |  November 17, 2010 pukul 11:40 am

    ASLI RA KWI……….????

    Balas
  • 104. tailalat  |  November 30, 2010 pukul 12:54 pm

    alah eta poto penomenal merapi meni ajaib kitu,,,
    sampe”, mbah marijan uae aya dina luhur awan…..

    cikk attuh baleg nge tagg foto teh….

    Balas
  • 105. rizkha  |  September 27, 2011 pukul 7:21 pm

    subahanaallah,allah maha besar,allah telah kami kebesaran’a

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Komentar Pengunjung

Sugeng Handoko on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Goa Pindul
bob on Goa Pindul
grahitaputri on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Sentra Pemuda Taruna Purba Man…

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 290,757 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: