Erupsi Merapi 2010, Gunung Api Purba Aktif Kembali?

November 10, 2010 at 10:29 am 17 komentar


Awal november disaat merapi melakukan aktivitas erupsi, banyak pengungsi mencari tempat yang aman hingga di daerah kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo. Banyak isu-isu dan juga kabar yang beredar dimasyarakat terkait bencana merapi yang sedang melanda. Dari media Televisi di tayangan Program Silet yang meresahkan masyarakat dan akhirnya dari pihak Program tersebut meminta maaf. Dan banyak lagi cerita-cerita dan mitos dari warga masyarakat itu sendiri yang semakin membuat perasaan pengungsi menjadi tidak merasa aman lagi.

 

Batuan Di Gunung Api Purba yang diyakini berasal dari Lava yang membeku 60 Juta tahun lalu

Batuan Di Gunung Api Purba yang diyakini berasal dari Lava yang membeku 60 Juta tahun lalu

Berita meletusnya merapi juga diikuti bersama-sama dengan peningkatan dan aktifnya puluhan gunung api di yang tersebar di Indonesia. Hal itu menjadikan anggapan bahwa erupsi merapi terkait dengan gunung-gunung api lainnya. Namun dari pengamat tentang ke Gunungapian menyatakan tidak adanya korelasi antara satu gunung api dengan gunung api yang lainnya, khususnya merapi.

Berita tentang aktifnya beberapa gunung berapi yang sudah lama tidak aktif lagi itupun juga membawa nama gunung api purba turut dikabarkan. Getaran di Sekitar Gunung Api Purba membuat resah masyarakat Desa Nglanggeran sesuai dengan berita di KR Senin, 08 November 2010 09:55:00. Memang disaat merapi melakukan aktivitas erupsi terdengar dengan jelas suara gemuruh. menurut saya pribadi yang tinggal berjarak 700m dari gunung api purba suara tersebut dari suara merapi, namun dari masyarakat disebelah selatan gunung api purba mengira dan menyatakan asal suara gemuruh adalah dari gunung api purba. Disaat itu (tanggal 4-6 November) juga dirasakan getaran di Desa Nglanggeran dan asalnya dari mana itupun secara pasti belum diketahui. Hanya saja saya dan masyarakat di Nglanggeran berasumsi bahwa getaran berasal dari Gunung Merapi.

Berikut Berita dari KRJogja.com

Tanah Bergetar, Warga Resah
Senin, 08 November 2010 09:55:00
WONOSARI (KRjogja.com) – Ratusan warga Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul resah karena tanah bergetar sejak dua hari lalu hingga Senin (8/11). Warga berharap getaran bukan terkait aktivitas Gunung Merapi melainkan gunung api purba di Bukit Nganggeran.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan penelitian agar masyarakat tidak cemas,” ujar  Ny Tri (40) seorang PNS warga Patuk Senin (8/11).
Dia menjelaskan selain getaran juga terdengar suara gemuruh. Karena itu, pemerintah daerah setempat harus mengambil langkah untuk mengurangi kecemasan warga.” Yang selama ini ditakutkan warga jika gunung api purba itu aktif kembali,” imbuhnya. (Bmp)

Setelah dimuat di KRJogja.com saya karena nomor Hp yang kebetulan beredar CP saya (CP Gunung Api Purba) mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait kebenaran apakah Gunung Api Purba Aktif kembali, banyak dari pembaca merasa penasaran dan beranggapan bahwa Gunung Api Purba aktif kembali setelah membaca berita di KRJogja.

Memang benar bahwa Gunung Api Purba pernah aktif 60 juta tahun yang lalu (menurut kepala Bidang Pengembangan Dinas Budpar Gunungkidul Bpk. Birowo Adie) dan beberapa peneliti geologi juga mengamininya. Sehingga pada terbentuknya batuan menjulang tinggi menyerupai gedung-gedung yang kini menjadi Objek Wisata Barunya Jogja yang digemari pemuda dan para fotografer. Selain itu Gunung Api Purba yang memiliki Keindahan luar biasa juga diajukan menjadi Taman Bumi (Geo Park).

Harapan kami dari pengelola dan juga masyarakat Desa Nglanggeran nanti ada penelitian tindak lanjut dan memastikan apakah ada atau tidaknya aktivitas lagi di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Karena memang benar disaat merapi mengalami erupsi ada getaran yang di rasakan di rumah-rumah sekitar Gunung Api Purba. Semoga bencana merapi bisa cepat berlalu dan keadaan aman, serta Gunung Api Purba benar-benar tidak ada aktivitas gunung api yang diisukan getar dan suara gemuruh. Hingga saat ini di Desa Nglanggeran tidak ada keresahan yang sangat berpengaruh namun ada beberapa orang yang bertanya-tanya dari manakan getaran sebenarnya berasal. Semoga penelitian dapat segera dilakukan. Tetap Semangat dan Terus Berkarya…!!! (Sugeng handoko)

About these ads

Entry filed under: Desa Nglanggeran, Kliping. Tags: , , , , , , .

Anak Indonesia Harapan Masa Depan Gunung Api Purba Tidak Keluarkan Asap

17 Komentar Add your own

  • 1. palupi mutmainah  |  November 11, 2010 pukul 12:07 am

    diharapkan segera dilakukan penelitian di gunung api purba kelanggeran ,sehingga masyarakat mendapat informasi yg tepat sehingga tidak timbul keresahan di masyarakat

    Balas
  • 2. Kedy  |  November 11, 2010 pukul 8:38 am

    Hari ini 11/112010 detik.com memberitakan gunung api purba aktif kembali dengan judul warga Bantul melihat… mohon di klarifikasi kebenaran berita tersebut karena saya sms ke desa Batur tidak ada tanda2 Nglanggeran aktif lagi Tetima kasih

    Balas
  • 3. Nank Bethover  |  November 11, 2010 pukul 8:39 am

    mlebu detik barang, boz..

    http://detiknews.com/read/2010/11/11/070029/1491830/10/warga-bantul-lihat-kepulan-asap-keluar-dari-gunung-purba-nglanggeran?992204topnews

    semoga aman2 saja.. aamiin..

    Balas
  • 4. Nank Bethover  |  November 11, 2010 pukul 8:40 am

    Wah.. gagal pertamaxxx… T__T

    Balas
  • 5. Andri  |  November 11, 2010 pukul 9:15 am

    Wah……

    Balas
  • 6. Rovicky  |  November 11, 2010 pukul 10:06 am

    Setiap “bekas” gunung masih memiliki bekas dapur magma yang masih panas. Salah satunya adalah di Parang Wedang di Parangtritis. Itu merupakan sisa-sisa panasnya gunung jaman dahulu. Kalau ada aktifitas bawah permukaan maka uap panasnya bisa… saja masih keluar. Dan itulah salah satu tanda-tanda gunung api yg doormant (tertidur) atau tepatnya gunung mati. Kenapa tau kalau mati ? karena diketemukan banyaknya airpanas. Kalau ada air berarti airnya bisa masuk ke dekat dapur. Kalau dapurnya masih menyala airnya pasti udah menguap :). Saya kira air ataupun gas yg terjebak dibawah bisa saja merembes keluar.

    Balas
  • 7. avin  |  November 11, 2010 pukul 11:40 am

    Gur ngapusi, ben kondhang karepe! huw, wagu.

    Balas
    • 8. Sugeng Handoko  |  November 11, 2010 pukul 4:17 pm

      tidak ada keinginan seperti itu, kami dari pengelolapun tidak tau berita ini malah muncul dari luar Desa Nglanggeran. Jadi monggo boleh berpendapat apasaja yang jelas tidak ada keinginan membuat berita apalagi dari kami untuk seperti yang njenengan katakan….

      Balas
  • 9. dwiekamalea  |  November 11, 2010 pukul 12:07 pm

    Halo salam knal…

    Kalau memang saling berkaitan dan kalau memang pula…
    Gunung2 di indonesia yg sudah lama tertidur qini bangun dari tidur panjangnya!!

    Seberapa besar qira2 dampakny bagi negara kita…
    Bayangkan,,tanpa bncana saja negara qita sudah morat-marit..
    Sungguh membayangkan saja saya tidak ingin…

    Trimakasih

    Balas
  • 10. dwiekamalea  |  November 11, 2010 pukul 12:07 pm

    Halo salam knal…

    Kalau memang saling berkaitan dan kalau memang pula…
    Gunung2 di indonesia yg sudah lama tertidur qini bangun dari tidur panjangnya!!

    Seberapa besar qira2 dampakny bagi negara kita…
    Bayangkan,,tanpa bncana saja negara qita sudah morat-marit..
    Sungguh membayangkan saja saya tidak ingin…

    Trimakasih

    Balas
  • 11. masbambang  |  November 11, 2010 pukul 12:25 pm

    Gunung Nglanggeran baik-baik saja. Menurutku suara gemuruh dari merapi. Masalah asap di pagi tadi, bisa aja kang Yadi lagi ngareng kayu. Perlu penelitian lebih lanjut.

    Untuk kang Sugeng Handoko Trimakasih infonya, smoga sukses selalu.

    Balas
    • 12. Sugeng Handoko  |  November 11, 2010 pukul 4:19 pm

      iya gunung api purba aman…

      Balas
  • 13. arkida  |  November 11, 2010 pukul 2:22 pm

    berita tersebut tidak benar. berikut klarifikasi dari media lain:

    http://nasional.kompas.com/read/2010/11/11/12033999/Gunung.Api.Purba.Tidak.Keluarkan.Asap

    Balas
  • 14. Putune simbah  |  November 11, 2010 pukul 5:16 pm

    critane simbah biyen gunung nglanggeran ki pucuke gunung merapi……., jare digotong karo punokawan nggo wit jarak……..bener ora tho mbah?

    Balas
  • 16. model indonesia  |  November 12, 2010 pukul 10:02 am

    Semoga aman aman saja dan bukit nglanggeran bisa memberi kemakmuran bagi warga sekitar..trims infonya mas telah menjawab rasa penasaran saya .kalau sama bukit pathuk bukit nglanggeran sebelah mananya mas?

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Komentar Pengunjung

Sugeng Handoko on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Goa Pindul
bob on Goa Pindul
grahitaputri on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Sentra Pemuda Taruna Purba Man…

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 304,274 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: