HASIL RAPID ASSESSMENT DESA NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Maret 10, 2011 at 2:22 pm 1 komentar


Geografis

Desa Nglanggeran  merupakan desa yang secara administratif terbagi kedalam 5 dusun (Karangsari, Doga, Nglanggeran Kulon, Nglanggeran Wetan, Gunung Butak) dan 23 Rukun Tetangga (RT) dengan luas wilayah 370.658,5 ha/m2. Desa Nglanggeran terletak di wilayah kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung  Kidul dengan batas wilayah sebagai berikut:

-          Sebelah utara: Desa Ngoro-Oro

-          Sebelah selatan: Desa Putat

-          Sebelah timur: Desa Nglegi

-          Sebelah barat: Desa Salam

Pintu Masuk Wisata Gunung Api Purba

Pintu Masuk Wisata Gunung Api Purba

Orbitase:

Jarak desa Nglanggeran ke ibu kota kecamatan adalah 7 km, jarak dengan ibu kota kabupaten adalah 20 Km, sedangkan jarak dengan ibu kota Provinsi sekitar 25 Km.

Topografis:

Desa Nglanggeran mempunyai bentangan wilayah yang berbukit-bukit dengan ketinggian 200-700 mdl dari permukaan laut.

Demografis:

Jumlah penduduk desa Nglanggeran  2.679 jiwa, 689 KK. Dengan komposisi jumlah laki-laki 1.225 jiwa, perempuan 1.454 jiwa. Mayoritas berasal dari suku jawa. Dengan konsentrasi penduduk di dusun Karang sari.

Ekonomi:

Mata pencaharian masyarakat di dominasi di sektor pertanian,tetapi ada juga usaha di sektor lain baik yang sifatnya individual maupun kelompok. Antara lain: peternakan (sapi, kambing, ayam kampung), perkebunan (buah-buahan; kakao, rambutan, durian) dan  industri makanan olahan ( Kripik Pisang, Patilo).

Pertanian.

Pertanian sebagaimana yang kita kenal memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan sektor lain. Keterkaitan yang erat terhadap sumberdaya lahan dan iklim menjadikan pengembangan pertanian harus melihat dua faktor tersebut secara teknis. Meskipun demikian faktor sosial ekonomi dan politik agraria tidak bisa lepas dalam pengembangan sektor pertanian terutama di pedesaan. Pola usaha tani pedesaan, selama ini bercorak multi tanaman meski untuk beberapa komoditas petani kita mengusahakan secara monokultur. Akan tetapi pola pertanian yang mengarah kepola perlakuan organik  dengan ragam komoditas tetap menjadi ciri utama.

Dampak gempa yang paling cepat pulih adalah sektor pertanian,karena hanya membutuhkan tenaga dan pengolahan lahan secara berkala dan penanaman kembali. Sistim irigasinya pun masih manual diambil dari sungai. Dengan demikian kemampuan untuk mencukupi kebutuhan air untuk pertanian sangat terbatas.

Luas lahan pertanian dalam bentuk sawah irigasi teknis sekitar 25.596 ha/m2, sawah irigasi setengah teknis 5.745 ha/m2, sedangkan untuk sawah tadah hujan sekitar 203.825 ha/m2. Tanah ladang 3.065.200 ha/m2

Jumlah petani adalah 1.335 orang. Pertanian di desa Nglanggeran lebih banyak pada komoditas tanaman pangan yaitu padi sawah, jagung, kacang tanah yang dikerjakan dengan sistem tumpang sari. Selain itu di sektor perkebunan desa Nglanggeran juga mempunyai potensi dari hasil buah-buahan seperti; Kakao, durian, rambutan dan petai.

Upaya pemasaran hasil usaha peternakan dan pertanian masing sangat sederhana, umumnya di jual kepada tengkulak, sedangkan hasil usaha indistri makanan olahan di jual di rumah maupun dititipkan di warung-warung di sekitar mereka.  Namun  demikian usaha tersebut masih berjalan dengan banyak keterbatasan kapasitas  dan akses pasar.

Peternakan.

Jumlah peternak sapi di desa Nglanggeran dalam prosentase ada 50%, peternak kambing ada 10%, peternak ayam ada 40%. Pengelolaan kegiatan ternak masih sangat tradisional. Belum ada pengelompokan Kandang dan Kelompok Ternak,akan tetapi secara administrasi sudah berkelompok ataupun dimusyawarahkan bersama sesama peternak individu di dalam wadah organisasi kelompok tani.  Untuk ternak sapi, pola yang diampu berimbang antara penggemukan dan pembibitan. Sebagian besar  masyarakat desa Nglanggeran memelihara ternak dengan sistim gaduh. Sistim Gaduh yang dipakai adalah sistim bagi keuntungan (50:50).  Dengan sistem ini, pemelihara (penggaduh) mempunyai semangat untuk memelihara sapi dengan baik, karena jika sapi yang di pelihara ternyata tidak mendapatkan keuntungan tentu penggaduh tidak akan mendapatkan bagian.

Jumlah peternak sapi  sekitar 349 orang dengan perkiraan jumlah populasi 673 ekor dengan rata-rata kepemilikan sapi 2 ekor, jumlah peternak ayam kampung sekitar 413 orang dengan perkiraan jumlah populasi 3.419 ekor, jumlah peternak ayam broiler 3 orang dengan perkiraan populasi 4000 ekor, peternak bebek berjumlah 4 orang dengan perkiraan populasi 28 ekor, jumlah peternak kambing 89 orang dengan perkiraan populasi 259 ekor.

Di desa Nglanggeran  pengolahan hasil ternak sudah dilakukan oleh beberapa orang antara lain Pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan oleh ketua 2 gapoktan desa Nggalnggeran (Bpk. Wagiran).

Berbagai macam usaha yang dilakukan oleh masyarakat mengalami pasang surut, terutama semenjak bencana gempa bumi yang melanda kota Yogyakarta dan sekitarnya. Mulai banyak usaha pengolahan makanan yang gulung tikar karena kendala permodalan, bahan baku dan pasar yang belum jelas.

Selama ini kelompok usaha maupun pribadi yang menjalankan usaha hanya mengandalkan modal sendiri (swadaya), mereka jarang mengakses modal ke lembaga keuangan dikarenakan masih ada rasa enggan oleh pelaku usaha.

Industri Kecil dan Menangah

Berdasarkan data monografi desa, di desa Nglanggeran terdapat beberapa macam industri penggerak ekonomi riil masyarakat. Adapun beberapa industri tersebut antara lain:

1.      Industri makanan berjumlah  3 unit

2.      Industri alat rumah tangga berjumlah 5 unit

3.      Industri makanan/warung makan berjumlah 17 unit

4.      Industri kerajinan 2 unit

Sosial budaya:

Partisipasi masyarakat dalam tiap pertemuan-pertemuan di desa berjalan cukup baik. Di dusun kemuning kesatuan sosial warga masih kuat, hal ini dibuktikan dengan kegiatan gotong-royong yang masih berjalan dengan baik. Ironisnya menurut pengakuan kepala desa, desa ini belum pernah menerima bantuan dari lembaga non pemerintah manapun,dan jika masyarakat dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang membutuhkan waktu berhari-hari kecenderungan diantara mereka menghendaki kompensasi  uang saku.

Kelembagaan di desa :

Ciri desa sebagai kesatuan masyarakat hukum dan kesatuan sosial masih sangat kental dirasakan. Nilai gotong royong dan keswadayaan masyarakat yang begitu tinggi menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan di desa. Keswadayaan yang ditunjang dengan misi kolektif bersama membangun desa menjadi spirit masyarakat untuk memajukan desa. Spirit keswadayaan tersebut di artikulasikan oleh masyarakat dengan berbagai bentuk kontribusi masyarakat dalam pembentukan kelompok-kelompok usaha.

Di desa Nglanggeran memiliki 1 Gapoktan yang diketuai oleh Hadi Puwanto dari Dusun Nglanggeran Kulon. Gapoktan ini secara terstruktur terbagi dalam kelompok-kelompok induk di tiap dusun, dan masih terbagi lagi ke dalam kelompok sub induk di masing-masing Rukun Tetangga (RT).

Gapoktan ini sudah memiliki struktur yang baik, dan mempunyai unit usaha yang dilaksanakan, yaitu:

1.      Unit usaha pemasaran

2.      Unit usaha pengolahan/penggilingan

Unit ini melaksanakan kegiatan  penggilingan padi.

3.      Unit usaha pengolahan cadangan pangan

Unit ini melaksanakan kegiatan untuk membeli dan mengumpulkan stok semua bahan makan untuk kepentingan anggota ketika musim paceklik tiba. Jika persediaan pada musim paceklik berlebih maka cadangan pangan memungkinkan di jual ke luar anggota kelompok. Artinya meski dalam konteks sederhana gampoktan ini sudah memiliki konsep ketahanan pangan di dalam kelompok.

4.      Unit produksi dan saprotan

5.      Unit simpan pinjam

Unit ini mengelola kegiatan simpan pinjam anggota yang sudah berjalan. Kegiatan ini diawali dengan adanya iuran pokok yang diambilkan dana dari desa Rp. 400.000,-, iuran wajib anggota Rp. 10.000,- setiap bulannya.

6.      Alat produksi pertanian/Alsintan

Unit ini mengelola aset milik kelompok berupa alat-alat pertanian, misalnya: mesin penggiling padi, alat semprot.

Usaha yang lain juga muncul di sektor ternak yaitu adanya pengolahan pupuk organik di dusun nglanggeran kulon. Pengolahan pupuk ini dilakukan oleh Wagiran (ketua 2 Gapoktan Desa Nglanggeran) secara individual. Beliau mampu membuat pupuk tersebut berbekal dari pelatihan yang pernah diikuti yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian. Namun demikian beliau masih ragu akan kualitas hasil pupuk olahannya tersebut, karena selama ini belum dilakukan uji laboratorium. Saya belum berani mempublikasikan pupuk tersebut karena kualitasnya belum teruji secara ilmiah, ungkap Wagiran. Beliau mengharapkan ada pihak yang bisa membantu untuk memfasilitasi pengujian di laboratorium untuk memastikan kualitas pupuk olahannya secara ilmiah.

Kapasitas pupuk tersebut masih sangat terbatas, karena bahan bakunya pun sangat terbatas. Berdasarkan pengakuan Wagiran, bahwa ketersediaan pupuk tidak sebanding dengan luasan lahan pertanian yang tersedia. Selain itu baru satu orang yang melakukan pengolahan pupuk organik.

Penggunaan pupuk tersebut sementara ini baru di lahan pertanian milik pak Wagiran sendiri, itupun belum mencukupi. Penggunaan pupuk organik itu bisa menghemat pupuk kimia yang digunakan sekitar 50%. Sementara ini memang petani di Nglanggeran belum bisa lepas dari pupuk Kimia, karena ketersediaan pupuk organik sangat terbatas. Menurut penuturan Wagiman, misi utama Gapoktan adalah merubah pola pertanian anorganik menjadi pertanian organik secara menyeluruh di Desa Nglanggeran.

Sarana dan Prasarana Kesehatan:

Kondisi sarana dan prasarana desa relatif baik terutama dalam bidang kesehatan.

Antara lain:

1.      Puskesmas Pembantu 1 unit

2.      Posyandu 5 unit

Potensi unggulan:

Di desa Nglanggeran mempunyai potensi yang bisa di kembangkan ke depan, antara lain:

1.      Potensi tanaman pangan sangat baik di kembangkan di desa nglanggeran misalnya; padi, jagung dan kacang tanah.

2.      Potensi tanaman apotik hidup, hanya saja masyarakat kurang berminat untuk mengembangkan tanaman tersebut.

3.      Potensi tanaman perkebunan penghasil buah-buahan; rambutan, durian, kakao dan petai.

4.      Potensi pariwisata yaitu dengan adanya gunung api Purba bisa mendatangkan potensi wisata jika di kembangkan dengan baik.

Jumlah KK miskin

Jika dilihat dari grafik diatas menunjukkan bahwa 80% atau setara dengan 553 penduduk (KK) di desa Nglanggeran termasuk dalam kategori miskin

Dinas Pertanian sudah pernah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan di desa Nglanggeran, antara lain:

1.      Pelatihan pembuatan starter

2.      Pelatihan pembuatan pupuk organik

3.      Pelatihan pembuatan pupuk cair

Selain itu dari Dinas pertanian juga memberikan bantuan pembangunan gedung lumbung pangan untuk desa.

Gapoktan menghendaki kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan dan  ketrampilan dalam bidang pertanian dan peternakan untuk sebagai daya utama ekonomi mereka dalam berbagai bentuk pelatihan:

1.      Pelatihan pengolahan pupuk organik

2.      Pelatihan teknik pembuatan pestisida organik

3.      Pelatihan pengolahan pakan ternak

Persoalan yang dialami:

1.      Terbatasnya ketersediaan bibit menyulitkan petani saat menghadapi musim tanam tiba.

2.      Minimnya ketersediaan pupuk organik sangat menyulitkan petani pada saat membutuhkan pupuk. Ketersediaan pupuk organik sementara ini tidak sebanding dengan luasan lahan yang ada.

3.      Belum adanya uji lab untuk sertifikasi hasil pengolahan pupuk organik yang dilaksanakan. Sehingga petani belum merasa yakin dengan kualitas pupuk yang akan mereka pergunakan.

4.      Kurangnya penciptaan akses masyarakat ke input sumberdaya ekonomi berupa kapital, sumber daya alam, lokasi berusaha/ lahan usaha, informasi pasar dan teknologi produksi.

5.      Minimnya kemampuan modal bagi kelompok industri makanan olahan menyebabkan jalannya usaha tersebut menjadi tersendat.

6.      Masih terbatasnya kegiatan pendampingan dan penyuluhan yang mereka dapatkan, sehingga menyebabkan kurangnya inovasi dan kreasi pada produk makanan olahan.

Alasan memilih desa Nglanggeran:

Program yang memiliki jangka waktu pendek kita harus memilih desa  yang lebih siap dan expand. Artinya desa yang memiliki kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat yang cukup untuk mendorong berjalannya program IOM ke depan. Selain itu daya dukung pemerintahan yang secara nyata  (kooperatif) mendorong pembangunan dan pelembagaan ekonomi desa akan sangat membantu jalannya program dalam jangka pendek.

1.      Dukungan Pemerintahan Desa dalam pengembangan kelompok baik secara kelembagaan maupun material nyata terlihat. Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan keuangan dari desa kepada organisasi Gapoktan.

2.      Lokasi program yang mudah terjangkau dan penyebaran masyarakat tidak terlalu berpencar lebih mudah dalam mengkoordinasi beneficieries.

3.      Adanya kelompok pertanian yang sudah expand (gapoktan sudah berjalan) akan membantu mempercepat transformasi konsep dan gagasan program dan mampu menjadi pelaku aktif sekaligus target program, tanpa harus membuat kelompok baru.

4.      Sudah adanya pengalaman pelaksanaan pelatihan oleh gapoktan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, hal ini akan memudahkan program dan kelompok untuk mengembangkan hasil  kegiatan pelatihan.

5.      Beberapa tujuan peningkatan kapasitas yang dapat dicapai dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan keinginan petani yang secara umum terangkum dalam materi pertanian berkelanjutan (suistanable agriculture) diantaranya yakni peningkatan  kapasitas pembuatan pestisida/insectisida organik, pengolahan dan uji laboratorium pupuk organik variasi penanaman bibit unggul dengan perlakuan khususnya (organik).

Sumber : Mas Joko IOM (desakucinta.blogspot.com)

Tanggapan saya : Terimakasih kepada IOM dan juga mas Joko yg membantu masyarakat Desa Nglanggeran dengan beberapa pelatihan yg sangat berguna. Tulisan diatas ada ralat untuk  jarak ke Kota kecamatan : 7 km, kota kabupaten 20 Km dan Kota Propinsi 25 Km. Terimakasih…

About these ads

Entry filed under: Desa Nglanggeran, Kliping. Tags: , , , , .

Peluang kenalkan potensi daerah ke Berita Nasional Menariknya Live Bersama Dewa Pesona Purba Nglanggeran

1 Komentar Add your own

  • 1. Devi Anggelina  |  Maret 11, 2011 pukul 12:32 am

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 1-3JT/MINGGU

    KRJ: manajemen dr program kerja online (Online based Data Assignment Program/O.D.A.P) MEMBTHKAN 200 orang di sluruh indonesia yg MAU Kerja SAMPINGAN 0nline dgn potensi penghsln 1-3jt/minggu+gaji pokok 2jt/bln, tugasnya hny entry data, per entry Rp10rb, misal hari ini ada kiriman 200 data dari ODAP yg hrs di entry berarti qta dpt hari ini 10rbX200=2Jt.lebih jelasnya

    Buka http://www.penasaran.net/?ref=cdizbb

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Komentar Pengunjung

Sugeng Handoko on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Goa Pindul
bob on Goa Pindul
grahitaputri on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Sentra Pemuda Taruna Purba Man…

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 318,134 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: