HUT-RI 66 semoga Nasionalisme tetap terpatri dalam hati

Agustus 18, 2011 at 11:51 am 1 komentar


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pejuangnya. Hari ini Rabu, 17 Agustus 2011 yang sekaligus bertepatan dengan hari ke-17 di Bulan Ramadhan 1432 H merupakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 66. Terlihat banyak bendera merah putih, “umbul-umbul” disepanjang jalan, serta kondisi jalan yang terpagar rapi dengan pagar bambu yang dicat warna merah putih pula membuat kemeriahan HUT-RI 66 terlihat di sepanjang jalan Desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

HUT-RI 66 Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba

HUT-RI 66 Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba

            Sederetan kegiatan menyongsong HUT-RI ke 66 pun digelar untuk memeriahkan hari bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai perpombaan anak-anak, dewasa dan ibu-ibu juga digelar di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Lomba anak-anak seperti lomba-lomba pada umumnya : Lari kelereng, lari karung, makan krupuk, teklek, ambil koin dalam semangka, pecah air, dll. Untuk lomba dewasa dilakukan turnamen bulu tangkis, sedangkan untuk ibu-ibu PKK dibuat lomba masak antar RT dengan bahan baku dari singkong/ubi dan jagung. Lomba masak juga diharapkan memunculkan aneka masakan baru untuk makanan khas di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan untuk tetap menjaga nuansa cinta tanah air dan Nasionalisme yang ada di Desa Nglanggeran.

            Penulis merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di masyarakat pada umumnya, yang dimana rasa Nasionalisme kini mulai luntur. Entah apa yang dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan di dalam masyarakat, apapun itu disini penulis sangat tidak berharap rasa nasionalisme luntur dari hati pribadi-pribadi seluruh warga Negara Indonesia. Berada dalam kondisi nuansa kemajuan teknologi dan nuansa politik yang belum kondusif dan pemberitaan media di televisi yang menampilkan beberapa oknum petinggi parpol dan oknum pemerintah menjadi salah satu indicator penyebab lunturnya nilai nasionalisme.

            Saat ini jarang kita temui media cetak maupun media elektronik khususnya Televisi memberitakan dan menyampaikan prestasi yang diraih putra-putri Indonesia dan para ilmuan serta atlet-atlet kita, bahkan media malah sibuk menayangkan berita-berita politik bahkan hanya berisi pendapat para elit politik yang “belum tentu” dapat dipertanggung jawabkan kebenaran pendapatnya.

            Dihari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 66 ini saya mengajak kepada diri saya sendiri untuk selalu bisa menjaga rasa nasionalisme, cinta tanah air dan selalu bangga menjadi salah satu Putra Indonesia. Tidak bermaksud menyalahkan elit politik, media ataupun perkembangan teknologi hanya saja mempunyai harapan yang besar untuk dapat melakukan hal-hal yang lebih baik lagi untuk perkembangan Bangsa Indonesia.

            Apakah tidak pernah memberitakan  hal-hal baik/prestasi yang ada di masyarakat dan prestasi yang diraih pemerintah karena memang tidak ada lagi prestasi yang diraih??? Atau memang lebih menarik jika membicarakan hal-hal yang memancing untuk diperdebatkan? Sehingga lebih sering sibuk untuk berdebat tanpa berfikir untuk mengatur strategi menjadi lebih baik lagi?

            Hanya diri sendiri yang tau dan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, namun poin penting yang ingin disampaikan penulis lewat tulisan singkat ini adalah harapan untuk semua pihak menumbuhkan rasa nasionalisme di dalam masyarakat, dan sangat berharap juga bagi media untuk bisa berimbang yang disampaikan/diberitakan antara prestasi dan permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Sehingga nuansa cinta tanah air tidak terkikis di masyarakat karena hanya disuguhi tontonan permasalahan dan carut marut politik yang mungkin sebenarnya juga proses pendewasaan demokrasi di Indonesia Tercinta ini.

            Sebagai seorang pemuda desa yang hanya bisa berbuat ditingkatan desa penulispun tidak mau tinggal diam rasa nasionalisme luntur dan hilang dari Negara Indonesia Tercinta. Tetap Semangat dan Terus Berkarya…!!! (Sugeng Handoko)

About these ads

Entry filed under: Curhat Handoko. Tags: , , , , .

Gunung Api Purba Nglanggeran Masuk Finalis Lomba Cipta Award 2011 Pengembangan SEGITIGA EMAS GUNUNGKIDUL

1 Komentar Add your own

  • 1. Halimah  |  Januari 21, 2012 pukul 3:17 pm

    Mungkin sebagian besar masyarakat indonesia justru sebenarnya kurang memahami apa arti nasionalisme itu sendiri. yang mereka tahu adalah hidup di negeri ini dengan segala permasalahan hidup yang semakin hari semakin acakadut dan ga karu-karuan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Komentar Pengunjung

Sugeng Handoko on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Goa Pindul
bob on Goa Pindul
grahitaputri on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Sentra Pemuda Taruna Purba Man…

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 275,794 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: