Tujuh Keluarga Turun Gunung
November 23, 2011 at 3:07 pm Tinggalkan komentar
Ratusan warga Dusn Nglanggeran Kulon, Nglanggeran Wetan, dan Gunung butak, Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk mengelar kirab budaya di lereng gunung Api Purba desa setempat, Minggu (13/11).

Kliping Harjo Rasulan 2011
Selain untuk melestarikan budaya yang telah turun temurun, warga juga bertekad untuk menjadikan kirab tersebut sebagai pemacu perekonomian, terutama melalui pengembangan kawasan wisata.
Kirab yang berlangsung sekitar 45 menit iitu diawali dari Lapangan Karang, Nglanggeran menuju salah satu lereng gunung api purba, atau dikenal dengan kawasan kalisong. Salah satu tokoh masyarakat Nglanggeran sekaligus panitia, Teguh Winardi menjelaskan selain untuk melestarikan budaya jawa, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan kawasan wisata Gunung Api Purba Nglangeran.
Pasalnya sejak setahun terakhir, kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan, termasuk dari manca Negara.”Paling utama memang untuk memopulerkan ekowisata Gunung Api Purba ini sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, ungkapnya.
Anggota Karang Taruna Nglanggeran Sugeng Handoko menjelaskan promosi sekaligus pelestarian budaya diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Saat ini kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran telah berdiri beberapa Home Stay . Menurtnya kirab budaya kemarin merupakan yang terbesar dalam sejarah kirab budaya yang dilakukan setiap tahun di tiga dusun tersebut.
Sugeng mengatakan kirab tahun ini memiliki keistimewaan karena tujuh keluarga dengan sekitar 37 penduduk yag berada dipuncak Nglanggeran turut dalam kegiatan tersebut. Ketujuh keluarga tersebut belum pernah mengikuti gelaran budaya karena keterbatasan fasilitas serta sulit untuk turun.
Tanggapan saya:
Gunung Api Purba merupakan kawasan ekowisata yang memiliki beribu misteri, dari cerita dan adanya misteri 7 KK di Puncak gunung, masih adanya lokasi-lokasi sakral yang sering digunakan untuk bertapa, dan juga kehidupan masyarakat pedesaan yang masih menjunjung tinggi gotong royong dan keramah tamahan.
Harapan kami dengan adanya even budaya dan ataksi kehidupan masyarakat desa bisa memberikan efek positif agar nilai-nilai luhur dari suatu desa tidak terkikis dengan arus globalisasi yang kini semakin deras menerjang. Semoga cita-cita luhur tersebut dapat tercapai, Amin…. Tetap Semangat dan Terus Berkarya….!!! (Sugeng Handoko)
Entry filed under: Kliping. Tags: atraksi desa, keunikan gunung api purba, Tujuh Keluarga.









Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed