Posts filed under ‘Kliping’

GUNUNG NGLANGGERAN Gunung Api Purba dengan 7 Keluarga

Menyaksikan mentari terbit dari puncak gunung merupakan satu kemewahan yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Rute yang ekstrim, cuaca yang tidak menentu, perjalanan yang berat, serta jauhnya jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki menjadi penghalang utama bagi sebagian orang. Namun hal ini tidak berlaku di Gunung Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Hanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam pendakian, Anda akan tiba di puncak barat Gunung Nglanggeran, Gunung Gede. Pemandangan indah yang memanjakan mata pun menyambut. Sejauh mata memandang yang terlihat hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang. Saat senja menjelang, Kota Jogja akan terlihat laksana lautan kunang-kunang. Taburan cahaya bintang dan gemerlap lampu kota yang terlihat dari kejauhan menjadi pemandangan romantis bagi siapa saja yang berkemah di gunung ini. (lebih…)

September 7, 2012 at 9:46 pm 3 komentar

Pemkab Gunung Kidul jadikan Nglanggeran pusat durian

Gunung Kidul (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjadikan Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai pusat pengembangan durian.

ilustrasi kebun durian(ANTARA/Septianda Perdana)

ilustrasi kebun durian(ANTARA/Septianda Perdana)

“Di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran terdapat tanah milik Sultan atau Sultan ground (SG) seluas 20 hektare. Tahun ini, kami akan membangun kebun durian dan sekaligus menjadi pusat pariwisata,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Syarief Armunanto di Wonosari, Rabu.

Ia mengatakan, Kabupaten Gunung Kidul memiliki durian lokal yang enak dan mampu bersaing dengan durian dari daerah lain.

Berdasarkan penelitian Universitas Gadjah Mada dan Universitas Achmad Dahlan, (lebih…)

Juli 30, 2012 at 9:19 pm 2 komentar

Rombongan Motor Trail Rusak Lahan

PATUK- sejumlah motor trail yang biasa blusukan di kawasan Eko Wisata Gunung Purba, Desa Nglanggeran, Patuk dikeluhkan warga setempat. Selain menyebabkan bising, juga menyebabkan jalan dan lahan pertanian penduduk rusak.

Kliping Radar Jogja - Rombongan Motor Trail Rusak Lahan

Kliping Radar Jogja - Rombongan Motor Trail Rusak Lahan

“Kami belum mengetahui dari rombongan trail mana, tapi melihat jalurnya ada tulisan pylox IOF”, ujar pengelola Eko Wisata Gunung Purba Sugeng Handoko, kemarin (8/4). (lebih…)

April 9, 2012 at 10:12 pm 5 komentar

Gunung Api Purba Bisa Untuk Internet

PATUK- Kawasan wisata berbasis Lingkungan Gunung Api Purba (GAP) Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kini memiliki fasilitas baru berupa area Hotspot dikawasan lereng gunung.

Kliping Harjo GAP bisa Hotspot

Kliping Harjo GAP bisa Hotspot

Pengelola GAP Sugeng Handoko menjelaskan pemberian area hotspot itu sebagai jawaban atas banyaknya kritik yang kerap diberikan karena masih area blankspot di tempat wisata Gunungkidul.

            “Rata-rata pengunjung menghabiskan waktu disini lebih dari sehari. Mereka mengadakan penelitian sehingga sangat membutuhkan fasilitas ini, “ terangnya, Rabu (4/4).

Ia mengakui jika fasilitas itu masih jauh dari sempurna, terutama untuk penambahan kebutuhan bandwith agar pengunjung semakin nyaman. (lebih…)

April 9, 2012 at 9:58 pm 2 komentar

Pertunjukan Wayang “Punakawan Aduh-Aduh Biyung” Akhiri Festival Equator Biennale Jogja XI

Rangkaian terakhir Program Umbul-Umbul Festival Equator Biennale Jogja XI-2011 berakhir dengan penyelenggaraan pertunjukan wayang “Punakawan Aduh-Aduh Biyung” di Pendopo Kalisong Nglanggeran Gunungkidul Sabtu (31/12). Pertunjukan wayang “Punakawan Aduh-Aduh Biyung” juga merupakan rangkaian dari program Umbul-Umbul Festival Equator Biennale Jogja XI berjudul “Wayang dan Gunungan Antena”.

Dalang Mas Thoklo sedang beraksi dalam pementasan wayang “Punakawan Aduh-Aduh Biyung” di Pendopo Kalisong Nglangiran Gunungkidul, Sabtu (31/12).

Cerita wayang “wayang “Punakawan Aduh-Aduh Biyung” diciptakan secara mandiri oleh anggota Karang Taruna Bukit Putra Mandiri (BPM) (lebih…)

April 6, 2012 at 9:50 pm Tinggalkan komentar

Gunung Api Purba yang Menawan

Gunung Nglanggeran
Gunung Nglanggeran

ISTIMEWA
Saat menuju kawasan tersebut, Anda akan menikmati banyak bongkahan batu ukuran raksasa di kiri-kanan jalan setapak. Memang sebaiknya Anda ke sana bukan di saat musim hujan karena jalan setapak dari tanah akan licin. Apalagi Anda juga harus menyusuri jalan terjal.Ada bangunan joglo di pintu masuk. Sawah nan hijau tampak di sekelilingnya. Tidak jauh dari situ, terdapat bangunan tower berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, menambah keindahan alam. Namun, Anda tidak usah khawatir meski saat mendaki Anda akan menemukan jalan yang terjal dan berbahaya. Di jalan tersebut, sudah dipasang tali, dan para pemuda dari warga desa setempat siap membatu sekaligus memandu untuk mencapai puncak gunung yang berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sekitar 15 menit mendaki, pos pertama tempat beristirahat sebelum menuju puncak telah tercapai. Dari ketinggian di pos pertama, hamparan hijau pemandangan telah terlihat dengan sungguh memesona. Pada pos ini, batuan andesit terlihat terjal, dan kalau musim hujan bertambah licin. Sudut kemiringan di tempat ini sekitar 60 derajat. Bagi yang ingin meneruskan hingga puncak, yakni Gunung Gedhe, dibutuhkan waktu sekitar 3-5 jam.

Bagi yang tidak sanggup, bersantai menikmati pemandangan dan berfoto-ria di pos pertama mungkin sudah lebih dari cukup. “Bagi yang ingin naik hingga puncak, jika mampu, akan mendapatkan suguhan pemandangan di puncak yang sangat indah,” kata Sugeng Handoko, pengelola objek wisata Gunung Nglanggeran, Selasa (28/2).

Tidak Sulit
Gunung Nglanggeran, yang berada di titik koordinat 7o 50,4′ 25” LS dan 110o 32,3′ 21” BT ini terletak di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian 200-700 mdpl, tepatnya di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, dengan jarak tempuh 22 km dari Kota Wonosari. Untuk mencapai lokasi itu, akan lebih nyaman jika Anda membawa kendaraan sendiri.

Untuk mencapai Gunung Nglanggeran tidak terlalu sulit. Dari Yogyakarta, tepatnya Stasiun Tugu, gunung itu berada sekitar 25 km menuju arah Wonosari. Setelah sampai di Bukit Patuk, Gunungkidul, tempat pemancar-pemancar televisi berada, hanya diperlukan sekitar 10 menit perjalanan hingga Desa Nglanggeran. Untuk bisa menikmati keindahan gunung api purba ini, Anda hanya dikenakan retribusi 3.000 rupiah per orang.

“Tempat ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. (lebih…)

Maret 6, 2012 at 8:58 pm 7 komentar

Tulisan Lebih Lama


Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Komentar Pengunjung

Sugeng Handoko on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Goa Pindul
bob on Goa Pindul
grahitaputri on Program Live In di Gunung Api…
Sugeng Handoko on Sentra Pemuda Taruna Purba Man…

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 275,525 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.