Posts filed under ‘Penyelamatan Lingkungan’
Jambore Penghijauan Sak Wong Sak Wit
LATAR BELAKANG
Kerusakan lingkungan terjadi akibat dari ulah manusia. Untuk menjaga lingkungan hidup agar tetap sehat dan nyaman, banyak gagasan yang ingin mendemonstrasikan gerakan peduli lingkungan demi menjaga lingkungan hidup yang sehat dan nyaman, seperti halnya hari bumi dan hari lingkungan hidup sedunia.

Jambore Lingkungan Sak Wong Sak Wit
Event “Jambore Penghijauan Sak Wong Sak Wit” ini adalah satu langkah berkesinambungan untuk menjaga lingkungan hidup kita setiap saat, serta menjadikan lahan lebih hijau dan produktif. Bumi dan lingkungan kita tercemar setiap hari, setiap saat. Gas-gas kenalpot, efek rumah kaca dan sebagainya, menjadi penyebab yang tak pernah berhenti menyumbang kerusakan lingkungan. Hal ini menuntut kita semua untuk menjaganya setiap saat juga, dengan langkah yang berkesinambungan. Save Earth With Heart.
A. TEMA DAN JUDUL ACARA
Tema : Save Earth With Heart
Judul Acara : Jambore Penghijauan Sak Wong Sak Wit
B. TUJUAN
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
1. Menumbuhkan kesadaran kepada pemuda khususnya, masyarakat pada umumnya, akan pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkesinambungan.
2. Membangun solidaritas sosial antar sesama masyarakat sebagai satu bagian dari upaya membangun lingkungan hidup bersama yang sehat dan nyaman.
3. Usaha menjadikan lahan lebih hijau dan produktif.
C. TARGET DAN SASARAN
Pelajar, Mahasiswa, serta kpmunitas-komunitas di D.I. Yogyakarta sebagai partsipan dalam Jambore Penghijauan Sak Wong Sak Wit serta masyarakat Desa Nglanggeran, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta (lagi…)
Taman Bunga Matahari di Gunung Api Purba
Akan ada yang baru di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba pada pertengahan tahun 2012 ini, Keindahan alam Gunung Api Purba akan lebih lengkap dengan hadirnya Taman Bunga Matahari. Setidaknya akan ada 23 jenis bunga matahari akan ditanam di taman yang berada dipintu masuk Gunung Api Purba.
Rintisan taman di kawasan ekowisata gunung api purba sudah digagas dan direncanakan oleh pengelola sejak awal tahun 2012. Namun baru akan terealisasi pada awal April tahun 2012 ini. Terealisasinya proram merupakan dukungan dari salah seorang donator yang telah memberikan donasinya berupa bibit bunga matahari. Mbak Puji Rahayuningsi merupakan salah satu donator tersebut yang tidak tanggung-tanggung dalam memberikan donasi. Hampir semua jenis bibit bunga matahari dibeli dari kota Surabaya untuk dikirimkan kepada Pengelola Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Penyerahan Bibit Bunga Matahari di Sekretariat GAP
Mbak Puji merupakan salah satu warga Gunungkidul yang saat ini berdomisili di Jakarta dan bekerja di Jakarta. Beliau merupakan salah satu anggota aktif dari Forum Alumni SMK N 1 Wonosari Angkatan 1998. Penulis (Sugeng Handoko) mengenal beliau dari salah satu jejaring sosial Facebook dan sempat melakukan komunikasi, hingga akhirnya (lagi…)
Gunung Api Purba Nglanggeran Masuk Finalis Lomba Cipta Award 2011
Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul bergaung namanya dirancah Nasional. Lomba Cipta Award 2011 yang diselenggarakan oleh Kementrian Budpar RI diikuti oleh pengelola Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba (GAP), hal itulah yang membuat nama Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta mempunyai gaung di Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Penyambutan Team Juri dari Kementrian Budpar RI
Pada tanggal 8 Agustus 2011 pengelola Kawasan Ekowisata GAP menerima tamu dari Kementrian Budpar untuk melakukan penilaian lomba tersebut. Ketua Rombongan pak Ari Suhandi beserta beberapa rombongan dari kementrian budpar disambut di pendopo Kalisong Desa Nglanggeran. Rombongan tiba dilokasi sekitar pkl.10.00 dan disambut dengan kesenian budaya lokal “jathilan” dari Nglanggeran wetan.
Dalam penilaian ini dihadiri juga oleh pemerintah Desa dan pemerintah Budpar Gunungkidul. Pengelola Kawasan Ekowisata GAP (Sugeng Handoko) mempresentasikan potensi dan keadaan yang ada dikawasan tersebut yang selanjutnya dilakukan diskusi (lagi…)
Pelaku jahat di Gunung Api Purba Pasti Terungkap
Mitos yang melekat di masyarakat desa Nglanggeran kini sudah terbukti, Nglanggeran yang berasal dari kata Planggaran yang memiliki maksa siapa saja yang berbuat pelanggaran (jahat) di Gunung Api Purba/Nglanggeran akan pasti terungkap. hal itu terbukti dari beberapa kejadian yang pernah dilakukan oleh manusia tak bertanggung jawab dan akhirnya tertangkap. Yang masih teringat dibenak penulis pelaku pencurian kayu cendana di hutan rakyat desa Nglanggeran tahun 2001 akhirnya tertangkap. Pelaku bingung muter-muter kawasan Nglanggeran dan akhirnya malah mengikuti warga masyarakat yang selanjutnya diserahkan kepada pemerintah desa. Selain itu pernah ditahun 2003 penjabretan tas pengunjung tahun 2003 oleh pengunjung lain juga terungkap (*walau kegiatan pariwisata saat itu belum seramai sekarang).
Dan kegiatan kejahatan terbaru Rabu, 6 Juli 2011. Ada pengunjung tak bertanggung jawab membakar gardu pandang 1 dan akhirnya juga terungkap. Pelaku mengaku katanya dilakukan secara tidak sengaja, namun langsung melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. Yang selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh pengelola dan mengaku karena takut pada perasaannya sendiri dan dihantui rasa bersalah. berikut kronologinya :
Rabu, 6 Juni 2011 :
1. sekitar jam 11.30-12.00 petugas penjaga di sekretariat ,mengetahui gardu pandang 1 terbakar dengan penuh kpulan asap. Selanjutnya menginformasikan kpada teman2 penjaga lain untuk memadamkan tapi tidak bisa sampai bangunan habis terbakar.
2. dilakukan identifikasi pengunjung dan mngumpulkan informasi untuk mengetahui pelaku hingga pkl 16.00
3. 16.30 Pengelola melakukan musyawarah dan menentukan langkah selanjutnya untuk bertanya kepada tersangka, (lagi…)
Program Live In di Gunung Api Purba
Kawasan ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Nglanggeran kini semakin menyajikan berbagai kegiatan yang menarik. Tempat yang sering digunakan untuk kegiatan makrab (malam keakraban) mahasiswa/kelompok organisasi, dan juga surga bagi pecinta alam maupun fotografer ini kini menyajikan satu kegiatan lagi yang sangat menarik. Khususnya bagi mereka yang sudah jarang tinggal dan merasakan hidup di suasana pedesaan. Apakah itu???? Hmmm…. Namanya “program live in”. apa sih live in?
Live in merupakan kegiatan tinggal dan hidup didesa bersama masyarakat pedesaan, mengikuti segala aktivitas induk semang (orang tua baru) mereka. Kalo di televisi seperti acara “Jika aku menjadi” nah… pada tau kan??? Hanya ada sedikit perbedaan di jenis kegiatan dan lama tinggalnya. Pada program live in khususnya yang ada di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba ini dikemas dengan berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan dan bisa dalam waktu 3 hari-7 hari, lebih lamapun bisa karena banyak kegiatan yang ditawarkan dikawasan kami. Nah selama waktu tersebut wisatawan/pengunjung dapat full melakukan kegiatan atraksi pedesaan maupun petualangan sesuai program yang telah kami kemas kemudian ditawarkan kepada peserta untuk bisa disesuaikan dan disepakati.
Mungkin untuk lebih jelasnya saya uraikan program live in di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Nglanggeran yah…..

Survei dari islamic village Tangerang
Biasanya program seperti ini diminati dan diikuti oleh sekolah-sekolah favorit yang memang sudah ada agenda buat kegiatan program mengenal dan belajar hidup dipedesaan yang masih asri dan memiliki nilai budaya luhur yang masih kental. Kegiatannya macam-macam dari belajar bercocok tanam (bersawah/padi, kakao, jagung,dll), belajar membatik topeng(hasilnya bisa dibawa pulang sendiri2), belajar beternak, belajar kesenian karawitan (gamelan), belajar kreasi janur, belajar menari, belajar tatakrama dan budi pekerti (langsung praktek dimasyarakat), dan masih banyak lagi kegiatan belajar yang dapat dilakukan….
Untuk kegiatan permainannya juga sangat banyak dan seru-seru antara lain : sepak bola lumpur, tangkap bebek dilumpur, jelajah sungai, tracking pedesaan, tracking gunung api purba, flying fox, rafling, panjat tebing, gobak sodor, egrang, dan segudang permainan pedesaan…. Untuk makannya pun ala pedesaan donk… kita ada paket kenduri, paket wiwitan (makan pincuk disawah), makanan khas tradisional, melihat proses pembuatan makanan oleh-oleh di Gunung Api Purba yang mayoritas dari hasil pertanian sendiri, dll…. Wuih……… pokoknya seru…..
Selain itu lingkungan masyarakat yang kondusif, masih kental dengan gotong-royong dan ramah tamah menjadikan suasana belajar dipedesaan semakin asri. Terdapat 45 home stay yang sederhana tempat dimana siswa/pengunjung menempati rumah barunya selama mengikuti program live in. Selain itu yang menjadi keunikan tersendiri adalah Desa wisata ini dikelola dan dimotori oleh anak-anak muda “Karang Taruna Bukit Putra Mandiri” yang juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan dinas terkait. Hmmmm…. Lain dari pada yang lain kan??? (lagi…)
Cinta Lingkungan “mencari dana” dengan menulis
Aku cinta lingkungan, aku cinta desaku, aku cinta Indonesia…..!!!! banyak orang berkata dan banyak orang mengucapkan semua itu mengaku cinta dan peduli lingkungan namun tidak melakukan upaya untuk membuktikan bahwa kita benar-benar cinta pada lingkungan itu. Penulis mempunyai prinsip lakukanlah sesuatu walau sekecil mungkin dan cobalah berkarya yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Saat mengikuti pengajian seorang ustad berceramah bahwa orang yang sukses adalah “orang yang dapat memberikan sesuatu sebanyak-banyaknya kepada orang lain” bukan “orang yang memiliki sesuatu untuk dirinya sendiri”.
Terinspirasi dan termotifasi hal tersebut maka dengan sedikit pengalaman dan keterbatasan yang dimiliki maka mencoba untuk berkarya, sebagai seorang pelajar dan sedikit bisa menulis maka hal itulah yang dapat saya kerjakan. Dengan menulis berupaya untuk melakukan perubahan dan memberikan dampak yang lumayan untuk lingkungan dan masyarakat diantaranya mengikuti kegiatan PKM seperti disini. Tidak hanya itu saja untuk melakukan sesuatu kebaikan maka Allah SWT memberikan jalan yang tanpa disangka-sangka oleh umatnya. sebagai contoh tanpa sengaja penulis diketemukan oleh salah satu alumni dari BYEE (Bayer Young Environmental Envoy) namanya mbak Nurul. Nah dengan ketemu mbak nurul banyak diberikan pengalaman penyelamatan lingkungan dan juga aksi nyata untuk cinta lingkungan. Dan sayapun disarankan untuk menulis semacam artikel/makalah untuk dikirim ke PT Bayer Indonesia MidPlaza I, 12th Floor , Jl. Jendral Sudirman Kav. 10-11 Jakarta 10220.
Makalah yang harus dikumpulkan adalah dalam bentuk bahasa Inggris dan ada ketentuan-ketentuannya dan informasi itu diperoleh dari sini dengan bimbingan dan bantuan dari mbak nurul yang saat itu bekerja di salah satu NGO di Jogja maka dapat tertulislah makalah tentang program cinta lingkungan oleh saya bersama karang taruna di desa saya. dan Berikut isi makalahnya dalam bahasa Inggris.
Save The Ecosystem of Nglanggeran Mount through An Ecotourism
Although Gunungkidul has been identified as the poorest district in Daerah Istimewa Yogyakarta province, it has many remarkable natural sites that have not been much exposed. One of them is an enormous rocky hill that standing about 700m (asl), Nglanggeran Mountain, which nowadays is stepping to become a tourism place. The problem is low economic condition of people surrounding makes them disregard its ecosystem sustainability by converting forest area become farmland and wasting debris around the mountain. Those practices clearly undermine its development as sightseeing. Realizing the conditions above, I have concern to make a difference in some ways. (lagi…)










Komentar Pengunjung