Wisata Nglanggeran, Pesona Gunung Berapi Purba

Juni 30, 2009 at 3:32 pm 7 komentar


Batuan bekas Gunung Berapi aktifHanya sedikit orang yang tahu Gunung Nglanggeran di Patuk, Gunung Kidul, merupakan gunung berapi aktif di DI Yogyakarta sebelum lahir Merapi. Gunung atau Bukit Nglanggeran kini tak lagi aktif. Namun, berada di atasnya, mata sejenak terpana. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan Hutan Wisata Bunder, membuat puluhan peserta tur pariwisata harus menghabiskan waktu lebih dari jadwal yang disepakati. Duduk-duduk di bongkahan batu besar yang seukuran rumah, dan melihat-lihat pemandangan, sangat mengasyikkan. Panorama hijau di sini tak ketinggalan dijadikan sebagai obyek jepretan. Akan tetapi, gerak tubuh harus hati-hati karena bisa tergelincir. Walaupun cuaca tidak terlampau terik, peluh sudah tampak mengucur deras dari sebagian wajah peserta. Padahal, mayoritas dari mereka hanya sampai pos pertama. Namun, untuk mencapai pos ini, walau terbantu tanah yang tidak basah, tetap menguras tenaga. Jarak dari jalan desa menuju pos pertama tersebut hanya 500 meter. Pengunjung harus berjalan, menapak bebatuan, melewati rerumputan, dan melahap jalur yang meninggi. Untuk menyentuh pos pertama, bongkahan batu segede rumah berwarna hitam itu harus didaki pelan-pelan. Sepatu dan sandal gunung mutlak dikenakan. Bila fisik sudah lelah, pemandu wisata menyarankan bisa istirahat dulu. Jika penasaran melanda, pengunjung boleh mencoba mendaki hingga pos kedua dan ketiga. Apabila butuh ditemani, karang taruna setempat siap membantu mereka. Jika hari tidak hujan, seseorang hanya butuh maksimal dua jam untuk sampai ke pos ketiga. Kalau hujan, perjalanan bisa memakan waktu lima jam. Untuk menuju lokasi Gunung Nglanggeran cukup mudah. Dari Yogyakarta hanya perlu sekitar 25 kilometer ke arah Wonosari. Jika sudah sampai Bukit Patuk, Gunung Kidul, daerah tempat pemancar-pemancar televisi ditanam, untuk menuju lokasi dengan mobil atau bus hanya butuh 15 menit. Jalannya pun sudah beraspal. Nama Nglanggeran berasal dari kata planggaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti ketahuan. Ada pula yang menuturkan, nama bukit berketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini dari kata langgeng. Karena itulah, Wagiran, pemandu di sana, menyebut daerah ini bebas dari perilaku jahat dan asusila karena pasti akan ketahuan. Enam juta tahun lalu, seperti disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunung Kidul Birowo Adie, tempat tersebut gunung berapi aktif. Keaktifannya makin berkurang seiring proses alam. Bongkahan batu-batu besar yang tertinggal adalah material vulkanik tua, merupakan salah satu bukti dulunya memang gunung berapi aktif. Menurut kepercayaan warga, gunung ini dijaga Kyai Ongkowijoyo dan punakawan. Ada beberapa nama tempat di gunung ini, antara lain Gunung Kelir, Gunung Gedhe, Gunung Blenchong, sumber air Comberan, dan Tlogo Wungu. Comberan yang airnya tak pernah kering ini terletak di puncak Nglanggeran. Puncak gunung ini juga menjadi tempat orang memanjatkan doa pada Yang Mahakuasa. Nah, siapkan stamina yang kuat. Cobalah nikmati keindahan alam Bukit Nglanggeran sebelum menyantap sega abang dan sayur lombok ijo di Semanu, Gunung Kidul.

Oleh Lukas Adi Prasetya ( Sumber : Cetak.Kompas.Com )

Entry filed under: Wisata Alam Gunung Nglanggeran. Tags: , , .

Wisatawan Beijing datang ke Gunung Nglanggeran Panjat Tebing

7 Komentar Add your own

  • 1. Arum  |  Juli 4, 2009 pukul 4:58 am

    Pengen lihat langsung…hehheh

    Balas
    • 2. handoko  |  Juli 6, 2009 pukul 7:43 am

      Ya kapan2 bisa datang nanti saya sendiri / misalkan rombongan kawan2 karang taruna Bukit Putra Mandiri siap mengantarkan he hehe…

      Balas
  • 3. Paijo  |  Agustus 4, 2009 pukul 4:28 pm

    masih ada yang main paralayang gak disana????

    Balas
    • 4. Sugeng Handoko  |  Agustus 4, 2009 pukul 8:25 pm

      Untuk yang maen paralayang sudah jarang kami lihat pak….

      Balas
  • 5. dwee  |  Januari 10, 2010 pukul 10:21 pm

    wah..menarik tuh, makasih mah info nya. saya minta ijin copy ya … Thx

    Balas
    • 6. Sugeng Handoko  |  Januari 11, 2010 pukul 7:26 am

      Ok monggo tapi tlng untuk sumbernya tetap dituliskan ya….

      Balas
  • 7. riri  |  Maret 10, 2010 pukul 3:18 pm

    wah hrs cepet cari investor tuh…biar cepet terkenal gunung kidul jangan cuma terkenal sebagai daerah kering n penghasil gaplek az,,aku juga dah promosi k temen – temen soal pantai – pantainya,,biarpun aku cuma 5 thn tinggal di gunung kidul tapi aku bangga kok jadi anak gunung kidul coz bapak ku asli sana,,,pokoknya gunung kidul pasti jd salah 1 tujuan wisata yang yahud dech di Yogya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Mari Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,398 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: