Jalur Wisata di Bukit Nglanggeran

Oktober 3, 2009 at 12:13 am 11 komentar


Akhir-akhir ini Lokasi Desa Nglanggeran dijadikan sebagai salah satu tempat untuk penelitian dari berbagai mahasiswa, dosen, dan peneliti lainnya. Ada yang fokus pada hutannya (hutan rakyat) yang pernah menjadi juara 2 Tingkat Nasional, kemudian perekonomian masyarakatnya, pertaniannya, juga tentang Wisata alammnya.  Biasanya seorang peneliti itu menghubungi pemerintah desa setempat, karang taruna dan juga bisa langsung kepada petani dan masyarakat.

Pada suatu ketika ada seorang Mahasiswa Kehutanan UGM yang datang menemui Bapak Wagiran untuk melakukan penelitian di desa Nglanggeran, kemudian berkenalan dengan saya dan karang taruna Bukit Putra Mandiri. Namanya Mas Makmun, ternyata beliau aktif dalam semacam Study Club yang peduli pada lingkungan dan hal tersebut sangat cocok dengan Lokasi Wisata kami serta kegiatan Karang Taruna Bukit Putra Mandiri yang selalu peduli lingkungan. LISIKAL (Lingkar Study Kehutanan dan Lingkungan) adalah nama kelompok tersebut. Bersama Karang Taruna Bukit Putra Mandiri desa nglanggeran sekelompok mahasiswa ini melakukan pengamatan dan membuat tulisan tentang jalur pemanduan wisata di Bukit Nglanggeran. Seperti inilah hasil tulisan yang dapat kami hasilkan :

Jalur Pemanduan

Jalur Pemanduan

Obyek Wisata Puncak Gunung Merapi Purba yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, lebih tepatnya lagi di Desa Nglanggran ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan obyek wisata lain di jogja. Sesuatu yang berbeda ini dapat terlihat dari adanya sekumpulan  bukit-bukit yang menjulang tinggi hanya dalam suatu kawasan saja dan tidak terdapat pada kawasan lain di desa itu. Lebih uniknya, lagi bukit-bukit tersebut bukanlah batuan kars yang sewajarnya terdapat di kawasan Gunung Kidul, tetapi “batuan tua” yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi yang terjadi selama jutaan tahun lamanya. Dan itu yang menyebabkan mengapa Desa Nglanggran merupakan desa yang sangat subur sehingga apa saja yang ditanam disana mampu tumbuh dengan baik. Tak bisa dipungkiri lagi sampai saat ini ada 19 mata air yang mampu mengaliri seluruh lahan pertanian disana. Bukit-bukit yang menjulang inilah yang biasanya dijadikan obyek Wisata Minat Khusus untuk climbing, dan itu merupakan obyek wisata yang tak kalah menariknya . Hal lain yang mendukung daya tarik wisatawan adalah sejarah dan budaya masyarakat masih kental dengan adat “kejawen”. Ritual-ritual keramat masih sering dilakukan oleh masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan di goa-goa yang dianggap keramat oleh masyarakat desa  Nglanggran. Selain untuk “nuwun sewu” untuk keselamatan dan keberkahan warga desa, kegiatan ritual juga dilakukan untuk menyambut datangnya bulan –bulan sacral bagi umat islam. Seperti Rosulan, Syuro, dll. Atraksi-atraksi alam dan budaya inilah yang menjadi nilai tambah bagi pengembangan Desa Wisata Nglanggeran kedepan.

Lokasi Jalur Bagi Pemuda

Lokasi Jalur Bagi Pemuda

Potensi Wisata di Bukit Nglanggeran bagian barat

  1. Lokasi ini oleh masyarakat sekitar disebut Song Gudel ( Kandang Anak Kebo ), karena dilokasi tersebut terdapat batuan besar yang “disonggo” batuan yang lebih kecil dan membentuk seperti goa, yang menyerupai kandang. Pemandangan sekitar lokasi berupa gundukan batuan besar dan ada variasi vegetasi disekitarnya, seperti sengon dan akasia. Dari lokasi ini menuju lokasi selanjutnya yaitu Zona Senthong kurang lebih memakan waktu 3-5 menit.
  2. Lokasi yang kedua disebut Zona Senthong (celah dua bukit), pada lokasi ini wisatawan akan disuguhkan dengan himpitan dua tebing yang harus dilalui agar sampai ke lokasi selanjutnya. Dilokasi in wisatawan turut diuji, karena jarak antara celah awal sampai dengan jarak celah akhir cukup jauh kurang lebih 50m dan harus terus merayap.
  3. Nah sebelum menuju ke lokasi ke 3, wisatawan bisa beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan alam yang begitu mempesona lewat Shelter (saung) yang telah disediakan oleh pihak pengelola/Karang Taruna Bukit Putra Mandiri desa Nglanggeran.
  4. Lanjutkan perjalanan menuju lokasi ke 3 yaitu Tlatar Gedhe yang memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Zona Senthong (tidak istirahat di Shelter). Jalur yang ditempuh cukup menantang, melewati batuan vulkanik, dan sesekali melewati semak belukar tetapi jangan menyerah dulu karena dilokasi ini panorama yang disuguhkan begitu indah dari tipe vegetasi yang bervariatif sampai bentang alam yang memiliki perbedaan warna yang mencolok. Suasana ini sangat meningkatkan kualitas pemandangan dilokasi Tlatar gedhe. Dari Tlatar Gedhe menuju Gunung Kelir menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit.
  5. Dari Tlatar Gedhe kita bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi ke 4 yaitu Gunung kelir, dinamakan Gunung Kelir karena bentuk gunungnya datar menyerupai kelir dalam pewayangan yang merupakan kain putih latar dimana wayang dimainkan. Mitos yang berkembang dimasyarakat adalah jika ada pertunjukan wayang di sebelah barat laut/membelakangi gunung ini maka bisa diramalkan akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu masyarakat sekitar selalu menghindari hal-hal tersebut. Dilokasi ini pula terdapat himpitan 2 bukit yang mau tak mau wisatawan harus melewatinya agar bisa sampai ke lokasi selanjutnya yaitu “Sumber Comberan” yang dimana setelah melewati celah tersebut kita akan sampai pada sebuah lokasi yang tidak terlalu luas didalam, dan terdapat sumber mata air di puncak. Dilokasi Sumber Comberan ini biasanya juga digunakan sebagai tempat Ritual bagi mereka yang percaya akan dunia mistis untuk mendapatkan wahyu dan keberhasilan apa yang diinginkannya.
  6. Menuju lokasi selanjutnya yang tak kalah menarik pula yaitu Puncak Gunung Gedhe. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan menuju lokasi ini sekitar 15 menit dari Sumber Comberan mampu terbayarkan dengan pemandangan yang aduhai dan sangat mengesankan, karena bukit-bukit yang kita lalui tadi dari selama perjalanan Nampak dari Puncak Gunung Gedhe. Tak bisa dipungkiri memang wisatawan betah berlama-lama dilokasi ini, karena memang pemandangannya sangat cocok untuk diabadikan.
  7. Setelah naik bukit ynag penuh tantangan dan melelahkan namun mengasyikan, wisatawan diajak menuruni bukit menyusuri hutan rakyat ytang memiliki komposisi tegakan seperti sengon, Mahoni, Jati, dan beberapa lahan pertanian seperti jagung, ketela, dll. System Agroforestri memang sangat cocok diterapkan oleh masyarakat desa, karena selain menjaga kebutuhan  ekosistem dan ekologi mereka mampu memberdayakan lahan untuk tanaman pangan. Perjalanan kali ini cukup memakan waktu yang cukup lama sekitar 45 menit menuju lokasi berikutnya. Lokasi yang dituju yaitu pemandangan Bukit Wayang Abimayu. Dilokasi ini sekali lagi disuguhkan keindahan dari Sang Pencipta yaitu berupa puncak-puncak yang berupa batuan menjulang tinggi dan memiliki relief alam yang menakjubkan.
  8. Lokasi selanjutnya adalah Goa Kaliwiyu. Goa ini belum di eksplorasi keanekaragaman hayatinya sehingga wisatawan hanya bisa menikmati perjalanan sampai dimulut goa saja. Dari lokasi sebelumnya kurang lebih menghabiskan waktu 8 menit perjalanan hingga ke lokasi ini.
  9. Lokasi yang terakhir adalah Pemandangan air terjun musiman yang dari namanya saja sudah jelas bahwa air keluar dimusim hujan saja melewati celah-celah batuan. Selain itu terdapat point-point panjat tebing yang memang sengaja dibuat untuk wisatawan yang ingin menguji adrenalinnya. Lokasi ini cukup dekat dengan pendopo Joglo Kalisong yaitu kira-kira 50 meter desebelah timur pendopo.

Jalur yang disampaikan diatas adalah jalur yang kategori sedang dan ditempuh oleh kebanyakan para pemuda. Namun jangan Khawatir bagi anda anak kecil, Ibu-ibu, dan juga orang tua tidak usah khawatir. Ada rute paling mudah untuk menuju Puncak Gunung Gedhe, hingga saat ini sudah pernah rombongan Ibu-ibu PKK dengan membawa anak-anaknya yang masih balita tetep bisa sampai atas. Ada juga rombongan orang tua GAKKUK (Gabungan Kawulo-kawulo Umur Kathah) yang mayoritas pensiunan dengan umur ada yang sudah 80 tahun tetap bisa sampai puncak Gunung Gedhe melalui jalur yang paling mudah. Bagi anda yang penasaran dan ingin mencoba bisa datang ke lokasi kami dan biasanya rame pada hari sabtu sore dan minggu.

Entry filed under: Wisata Alam Gunung Nglanggeran. Tags: , , , , , .

Cahaya di Puncak Gunung Nglanggeran Trans TV Tertarik Gunung Api Purba

11 Komentar Add your own

  • 1. tegoeh  |  Oktober 12, 2009 pukul 11:31 pm

    wahhhhhhhhh….kmren q jga dri sana abis makrab 3 hari d sna,,,,pemandngan dri atas sungguh indah……hidup D3 kehutanan UGM…kpan2 kesana lgi yah,,,

    Balas
    • 2. Sugeng Handoko  |  Oktober 13, 2009 pukul 7:31 am

      Iya kawan-kawan dari D3 UG kehutanan kemarin makrab 3 hari dan juga terimakasih sdh membantu kami dalam hal promosi dan juga penambahan fasilitas tempat sampah dan Plangisasi, kami tunggu kedatangannya. Besok bisa naik lagi bersaa kami Karang Taruna Bukit Putra Mandiri….

      Balas
      • 3. tegoeh  |  Februari 16, 2010 pukul 10:46 pm

        iya nih kyaknya ketagihan,,heheh,,,coZ bener2 malam keakraban…pa Lgi klo mendaki malam2 hheheh….gag bsa dibyangkan!!kmren mau liat sunshet gag jdi….

      • 4. Sugeng Handoko  |  Februari 24, 2010 pukul 5:01 pm

        Malam diatas bisa berkemah dan paginya meliat Sunset…. keren pokoknya, diatas bisa muat 10 tendaan…

  • 5. tegoeh  |  Oktober 12, 2009 pukul 11:34 pm

    pendu2k disana juga ramah bgt,,,,,,,,,,betah deh disana,,,,mksih buat pemandunya,,,buat panitia makrab D3 khutanan UGM 09,,,,

    Balas
    • 6. Sugeng Handoko  |  Oktober 13, 2009 pukul 7:36 am

      Terimakasih, untuk di lokasi kami Alhamdulillah sistem kekeluargaan dan saling peduli antar masyarakat dan tamu (wisatawan) sangat baik karena sudah menjadi budaya Masyarakat desa kami untuk sapa, senyum, dan santun. Jadi mungkin suguhan pertama jika dilokasi Wisata kami adalah senyuman ramah dari masyarakat dan pengelola(karang taruna).

      Balas
      • 7. tegoeh  |  Februari 16, 2010 pukul 10:47 pm

        trus kLo gag slah,,pnah buat syuting tuh t4,,,wah,,,,,kereN??D3 kehutanan UGM boleh kan makrab Lgi disitu,,,,

      • 8. Sugeng Handoko  |  Februari 24, 2010 pukul 4:56 pm

        Oke monggo aja mas… kami dari karang taruna siap mbantu… kalo mau ada makrab tinggal kasih kabar aja..

  • 9. ARIS Jogja  |  November 1, 2009 pukul 10:29 pm

    Luar Biasa, ai laig ( inggris jowo )

    Balas
  • 10. paryadi all  |  November 5, 2009 pukul 7:41 pm

    jadi kngen rumah ni ,,suasana desa ,,,

    Balas
  • 11. Ratih triasih lestari  |  November 18, 2009 pukul 1:36 pm

    WaH . . . AsIk bGt Iaa dCnA. . .jDi pgN KeCnA LgE. UdA 7 tHuN rTiH gAg kEcNa. . . PgN BgT KcNa sLaIn lBuRaN uGa kTmU mA FaMiLy. EmMmH. . . SmUa mIliK InDoNeSia. . ! RatIh bGgA pNa bGsA IndOnEsIa. .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Mari Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,398 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: