Desa Nglanggeran dijadikan Desa Inkubator Ekonomi Kerakyatan

Oktober 28, 2009 at 9:47 pm 5 komentar


Keindahan Desa NglanggeranKonsep ekonomi kerakyatan (demokrasi ekonomi) sudah lama dipikirkan dan dikembangkan secara khusus oleh pakar ekonomi di dalam maupun di luar negeri, hal ini juga sudah dipikirkan oleh ekonom Indonesia, khususnya M. Hatta, sejak tahun 1930 yang kemudian dirumuskan ke dalam konstitusi (Pasal 33 UUD 1945). Konsep ini terus dikembangkan oleh ekonom-ekonom Indonesia dengan berbagai ragam terminologi (Mubyarto (1980), Swasono (1987), Arief (2000), dan Baswir (2002).

Namun perkembangan pemikiran ke arah ekonomi kerakyatan ini tidak diikuti perkembangan bangunan model operasionalisasi (penerapan kongkret) sistem ekonomi kerakyatan di lapangan. Sampai saat ini belum ada suatu model ideal yang menjadi ukuran penyelenggaraan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal (desa). Ekonomi kerakyatan masih sebatas konsep yang besifat filosofis, normatif, subjektif, intuitif, dan politis. Belum tersedianya model operasional di tingkat basis ini menjadikan agenda-agenda pembangunan daerah (desa/lokal) yang berbasis ekonomi kerakyatan masih terlalu abstrak, parsial, dan tidak memiliki arah yang jelas.

Ketiadaan model operasional ekonomi kerakyatan di tingkat lokal (desa) menjadi masalah di tengah masih kukuhnya ketimpangan dan ketidakadilan sosial-ekonomi mulai dari tingkat lokal sampai dengan nasional di Indonesia dewasa  ini. Struktur ekonomi lokal (desa) masih banyak yang didominasi kelompok perantara (tengkulak dan rentenir), elit desa, elit pemerintahan di atasnya, ataupun perusahaan besar. Masalah utama yang masih dihadapi petani desa adalah ketidakadilan dalam kepemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria yang notabene milik rakyat, serta perampasan hak-hak hidup petani. Sebanyak 70% dari jumlah petani hanya menguasai dan memiliki tanah pertanian yang sangat sempit dan tidak mempunyai tanah (buruh tani).

Sampai saat ini belum terdapat model pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan yang komprehensif, meliputi ranah produksi, distribusi, dan pengelolaan faktor-faktor produksi, dan berbasis pada keswadayaan dan interkoneksi pelaku ekonomi antar desa yang dapat terhimpun ke dalam suatu masyarakat yang berjejaring (networking society). Ketiadaan model operasional sistem ekonomi kerakyatan ini berakibat pada berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di desa –termasuk juga yang berada di wilayah sekitar hutan- di Indonesia berlangsung secara parsial, tidak sistematis, dan saling tumpang-tindih, Kondisi ini telah mengurangi efektifitas berbagai program tersebut dalam membangun sistem (tatanan) ekonomi yang dapat memposisikan masyarakat desa sebagai pelaku utama dalam kegiatan ekonomi di perdesaan. Akibatkan tatanan ekonomi desa yang akan makin timpang karena terus terjebak pada sistem kapitalisme global, di mana yang menjadi rujukan bukannya konstitusi melainkan kepentingan korporasi.

Dengan alasan itulah maka dari Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melakukan penelitian yang bertujuan:

Untuk mengkaji kondisi, potensi, permasalahan, model operasional, dan strategi (skenario) inkubator ekonomi kerakyatan di desa miskin sekitar hutan baik di ranah produksi, distribusi, maupun konsumsi, melalui studi kasus utamanya di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, dan mencoba mengembangkannya melalui intervensi langsung Tim Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan dalam kegiatan implementasi model operasional.

Hasil penelitian ini akan bermanfaat sebagai panduan bersama bagi penyelenggaraan sistem ekonomi kerakyatan di tingkat lokal (desa) dan interkoneksi dan konsolidasi stakeholder ekonomi kerakyatan di desa, membendung penetrasi kapitalisme dan penguasaan (ketergantungan) ekonomi desa oleh kekuatan luar, replikasi model di desa-desa lain di Indonesia, dan pengembangan teori (keilmuan) ekonomi kerakyatan (demokrasi ekonomi) berdasarkan kajian-kajian empiris di lapangan.

Pemilihan Desa Nglanggeran sebagai Desa Inkubator Ekonomi Kerakyatan tidak hanya sebatas memilih saja tanpa pertimbangan, melainkan melalui proses penelitian tahap awal dan dirasa cukup representative dikarenakan beberapa hal diantaranya adalah : Kehidupan masyarakat Desa Nglanggeran yang perekonomiannya bisa dikatakan masih kategori menengah kebawah (belum sejahtera), adanya potensi alam berupa hutan rakyat dan juga Wisata Alam Gunung Api Purba yang sangat eksotik, semangat dari masyarakat dan juga Karangtaruna untuk bisa memajukan daerahnya dan yang tidak kalah penting adalah adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan dinas-dinas terkait, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, Bappeda, Stakeholder Desa, LIPI dan pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Diharapkan Desa Nglanggeran bisa menjadi desa percontohan/model bagi desa-desa lain jika proses Model yang dilakukan pada Desa ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi desa dengan ekonomi kerakyatan. Kesuksesan yang diharapkan tersebut didukung dan diyakini oleh banyak pihak diantaranya adalah masyarakat desa Nglanggeran, Karang Taruna Bukit Putra Mandiri, Pemerintah Desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, Bappeda, LIPI dan pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Sumber : Tim Ekonomi Kerakyatan, dalam Seminar Hasil Penelitian dalam rangka Pengembangan Riset Berbasis Indonesia dan Internasionalisasi Pusat Studi di Lingkungan Universitas Gadjah Mada, 7 Oktober 2009, di University Club UGM. Dan penambahan-penambahan dari Penulis.

Entry filed under: Karang Taruna Bukit Putra Mandiri. Tags: , , , .

Trans TV Tertarik Gunung Api Purba Galeri Kirab Budaya Rasulan

5 Komentar Add your own

  • 1. paryadi all  |  November 5, 2009 pukul 7:38 pm

    mas,,mantab,,,,,,,
    ,,kmbangin trus,,,wilayahnyaa

    Balas
  • 2. oni  |  November 11, 2009 pukul 7:53 pm

    Alhamdulillah desa tercinta makin maju,kembangkan terus ya sodara2ku smoga membawa manfaat yg positif bagi smua.Amin

    Balas
    • 3. Sugeng Handoko  |  November 11, 2009 pukul 8:07 pm

      Ok terimakasih njeh…. Alhamdulillah hari ini tadi (11 November 2009) kita juga habis mengikuti rangkaian Lomba Desa Wisata dan Alhamdulillah berjalan lancar tinggal menunggu hasilnya aja, semoga menggembirakan dan dapat memacu semangat temen2 dirumah…

      Balas
  • 4. herry iswanto  |  Januari 21, 2010 pukul 9:41 am

    wah ternyata gunung kidul tu ga cuma gaplek aja to,tapi juga terdapat tempat pariwisata alam seperti gunung purba nglanggeran………….
    kita harus lestarikan

    Balas
    • 5. Sugeng Handoko  |  Januari 21, 2010 pukul 8:07 pm

      iya ini ada tempat baru alternatif berwisata baru nih…. Jadi Gunung Kidul jangan Pandang sebelah mata. ha ha ha….

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Persiapkan dan pastikan waktu longgar Sahabat Geopark untuk 7 Desember 2016. Akan ada penampilan "Gunung Sewu Night Specta". Menjemput Impian Mendunia... penampilan kesenian lokal kolaborasi dengan musik orkestra. Dimeriahkan permainan pencahayaan lampu yg akan ditembak didinding Gunung Api Purba. Akan menjadi pertunjukan yang spektakuler. Insyaallah... semoga Barokah.

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,175 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: