Kayu Cendana dan aturan Penebangan

April 16, 2010 at 10:14 pm 8 komentar


Ada hal yang menarik terkait dengan keberadaan pohon cendana. Pohon cendana di Desa Nglanggeran awalnya tumbuh secara liar diantara tanaman yang sengaja ditanam warga. Mayarakat tidak mengetahui jika tanaman ini merupakan tanaman mewah dan sangat berharga. Mereka juga tidak tahu dari mana dan bagaimana tanaman ini tumbuh di daerah mereka. Mereka baru menyadari setelah tanaman ini habis dicuri orang dari luar Desa Nglanggeran. Sejak saat itu masyarakat berusaha menanam kembali pohon cendana, namun banyak menemui kegagalan. Hal ini terjadi karena tanaman cendana memiliki karakteristik yang berbeda dari tanaman lainnya. Selain itu juga disebabkan keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman cendana sendiri masih sangat kurang.

Kayu Cendana yang selalu di jaga

Dalam pengolahan hasil hutan agar tidak terjadi penebangan liar (tidak beraturan) dan untuk tetap menjaga kelestarian hutan, di Desa Nglanggeran diterapkan peraturan yang harus ditaati oleh warga yang ingin mengambil hasil hutannya. Prosedur penebangan kayu hasil hutan di Desa Nglanggeran meliputi :

  1. Penebangan Kayu Pemerintah Desa di tanah Sultan (Sultan Ground)

Petani yang memiliki hak pakai SG sebelum melakukan penebangan harus melalui prosedur sebagai berikut :

a. Mendapat izin dari Kepala Dukuh setempat

b. Mendapatkan izin dari Panitia Pengelola Tanah SG

c. Pembagian hasil adalah 1/3 untuk penebang dan 2/3 untuk desa dan dusun

d. Penjualan hasil hutan SG harus melalui Panitia Pengelola SG, bila tidak maka tidak akan laku dijual.

2. Penebangan Kayu Hutan Rakyat (milik pribadi), prosedurnya yaitu :

  • Mendapat Surat Pengantar dari Ketua RT setempat
  • Mendapat Surat Pengantar dari Kepala Dukuh
  • Mendapat Surat Izin Tebang dari Kepala Desa

3. Sesuai dengan Peraturan Desa Nglanggeran Nomor 5 tahun 2006 tanggal 5 Maret 2006 tentang Pungutan Desa, maka warga yang mendapat Surat Izin Tebang harus membayar pungutan sebesar
Rp 20.000, -. Izin tebang ini berlaku untuk satu tempat penebangan tidak terbatas seberapa banyak pohon yang ditebang.
4. Pengiriman hasil hutan ke luar daerah (kabupaten) harus mendapat izin dari Perhutani. Bila tidak maka dianggap pencurian kayu dan apabila tertangkap akan dikenai denda 2x lipat harga kayu yang dicuri dan kayu hasil curian menjadi milik desa / masuk ke kas desa.

Entry filed under: Penyelamatan Lingkungan. Tags: , .

Perkembangan agroforestri Pembangunan Fasilitas Wisata secara Mandiri

8 Komentar Add your own

  • 1. kusno  |  Juni 1, 2010 pukul 9:48 pm

    kalau menanam cendana yang baik, harus pakai tumbuan inang, misal cabai rawit ataupun kemangi. untuk lebih jelasnya bisa hubungi saya atau tanya bapak dukuh nglanggeran kulon pak Pur. trimakasih.

    Balas
    • 2. Sugeng Handoko  |  Juni 8, 2010 pukul 4:29 pm

      Oke pak terimakasih atas infonya… kita juga sering bekerja bareng dg pak pur…

      Balas
  • 3. Alam Nuswantoro  |  Agustus 28, 2012 pukul 8:46 am

    ini nglangeran gunung kidul itu kah ?saya lagi mencari bibit cendana dimana ya kira kira sya bisa mendapatkanya?

    Balas
    • 4. Sugeng Handoko  |  Agustus 29, 2012 pukul 9:23 pm

      iya mas, Nglanggeran Patuk, Gunungkidul. Kalo kemarin kita dapat bibitnya dari Kehutanan UGM.

      Balas
  • 5. Liswidianto (widi)  |  Oktober 31, 2012 pukul 1:21 am

    mau numpang nanya nanya nih mas,,,kemaren idul adha 2012 pak de saya yang dari sumatera cerita tentang pohon cendana,saya agak tertarik karena bisnis kayu cendana begitu menggiurkan,, kalu di daerah sumatera ( jambi) kayu cendana itu di kelola oleh perusahaan, bila ada warga yang menjual kayu cendana tanpa sertifikat itu kena sanksi pidana. kalau menurut cerita pak de saya di jambi bibit kayu cendana dijual bersertifikat bila pembelian bibit minimal 100 batang, kalu di gunung kidul sendiri bagaimana mas? lalu pemasaran di daerah jogja itu bagaimana, senang rasanya bila anda mau menanggapi pertanyaan saya. terimakasih

    Balas
  • 6. mariapurinurani  |  Maret 18, 2013 pukul 10:42 am

    apa jual bibit cendana dan gaharu medan juga? klo jual bisa tidak jual eceran, saya hanya suka tanaman (kolektor kecil-kecilan), saya ingin coba tanam pohon langka… klo boleh minimal pembelian berapa dan berapa harga satuannya? apa ada juga bibit kayu manis india?

    Balas
    • 7. Sugeng Handoko  |  Maret 28, 2013 pukul 5:29 pm

      tidak, kami tidak menjual bibitnya. hanya tanaman ini sudah berkembang dikawasan kami.

      Balas
  • 8. Muhammad Sobari  |  Juli 17, 2014 pukul 2:12 pm

    mau tanya… kalo mau buat sertifikatnya gmna ya???
    soalnya disini nanam sendiri dan tidak ada sertifikatnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Persiapkan dan pastikan waktu longgar Sahabat Geopark untuk 7 Desember 2016. Akan ada penampilan "Gunung Sewu Night Specta". Menjemput Impian Mendunia... penampilan kesenian lokal kolaborasi dengan musik orkestra. Dimeriahkan permainan pencahayaan lampu yg akan ditembak didinding Gunung Api Purba. Akan menjadi pertunjukan yang spektakuler. Insyaallah... semoga Barokah.

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,175 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: