Sepenggal cerita rakyat

April 21, 2010 at 10:39 am 13 komentar


Gunung Nglanggeran, nama Nglanggeran berasal dari kata pelanggaran, hal ini terjadi karena barang siapa yang melakukan kejahatan / pelanggaran hukum (nerak angger-angger) akan tertangkap dan terhukum dengan sendirinya.

Gunung Nglanggeran awalnya merupakan puncak dari Gunung Merapi. Konon, pada suatu malam Raden Hanoman yang berwujud seekor kera putih bermain dan ingin mengambil bintang di langit. Untuk menggapainya ia menginjak puncak Gunung Merapi sebagai pijakannya. Karena tidak sampai juga, kemudian puncak gunung tersebut ditendang (dipancal). Bongkahan batu puncak gunung tersebut kemudian ditangkap oleh Punokawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong). Dalam usahanya menangkap bongkahan batu, karena beratnya batu tersebut kakinya menjejak ke tanah hingga mengakibatkan tanah di bawah kakinya mengeluarkan air dan akhirnya tidak berhenti mengalir sehingga menjadi mata air. Mata air tersebut terbentuk sebesar ’dandang’ (alat menanak nasi) yang berada di daerah Kemadang yang kemudian dikenal dengan nama ”sedandang”. Bongkahan batu puncak Gunung Merapi tersebut rencananya akan dibawa ke daerah selatan menggunakan kayu jarak, akan tetapi di tengah jalan kayu tersebut patah dan bongkahan batu tersebut jatuh di daerah Nglanggran, sehingga disebut sebagai Gunung Nglanggeran.

Punokawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong)

Gunung Nglanggeran juga disebut sebagai Gunung Wayang karena bentuk fisik dari gunung tersebut menyerupai alat-alat dalam pewayangan misalnya kelir, blencong, dan brucu. Batu-batu di Gunung Nglanggran yang menyerupai bentuk alat-alat tersebut dinamai sesuai bentuknya, sehingga Gunung Nglanggeran terdiri dari Gunung Blencong, Gunung Kelir, Gunung Brucu, dll. Gunung Nglanggeran mempunyai cerita tersendiri tentang tokoh pewayangan, yaitu Raden Ongkowijoyo. Sehingga gunung ini juga disebut sebagai Gunung Ongkowijoyo. Dalam tradisi pementasan wayang kulit di daerah Ngalanggeran tidak diperbolehkan mengangkat cerita tentang Raden Ongkowijoyo. Apalagi cerita tentang Raden Ongkowijoyo kalah/tewas dalam peperangan/ pertempuran. Bila ada yang melanggar akan terjadi musibah. Bahkan menurut pengalaman yang pernah terjadi pada saat pertunjukan wayang itu digelar terjadi ’rajapati’ (pembunuhan).

Gunung Nglanggeran juga dikenal sebagai Gunung Wahyu karena banyak orang yang setelah melakukan ritual dan meditasi di tempat ini keinginannya terkabul. Bahkan konon Sri Sultan HB IX pernah mengadakan ”wilujengan” di gunung ini ketika terjadi kekacauan politik akibat G30/S pada tahun 65-an. Sehingga suasana kekacauan politik di Yogyakarta tidak ikut berlarut-larut.

Menurut cerita Gunung Nglanggeran memiliki mata air (tuk) di puncaknya yang disebut sebagai ” Tlogo Wungu” tetapi telaga ini tidak terlihat secara kasat mata (hanya orang tertentu yang bisa melihat), yang terlihat hanya mata air bawahannya / limbahnya (sendang) yang dikenal dengan nama ”comberan”. Di puncak gunung tersebut juga terdapat ”Tlogo Pengguyangan’. Tlogo Wungu ini konon dipercaya digunakan oleh para bidadari yang turun dari kayangan (langit) untuk membersihkan diri (mandi). Konon di telaga ini gayungnya terbuat dari emas (canting kencono) dan tempat menampung airnya  juga terbuat dari emas (bokor kencono) serta jalan menuju pemandiannya berupa undak-undakan bertahtakan emas. Sedangkan Tlogo Pengguyangan merupakan tempat untuk memandikan ”Jaran Sembrani” (kuda putih bersayap yang merupakan tunggangannya para bidadari). Hal ini dipercaya karena terbukti dengan adanya bekas tapak kaki kuda berbentuk tapal kuda di bebatuan di dekat Tlogo Wungu. Jika daerah ini dilanda musim kemarau berkepanjangan, maka sesepuh desa melakukan ritual tertentu untuk memohon turunnya hujan kepada ”Yang Maha Kuasa” di Tlogo Wungu kemudian menguras ”comberan” dari mata air tersebut, tidak lama kemudian hujan akan segera turun. Telaga yang lain yang juga berada di puncak gunung adalah ”Tlogo Mardidho” air dari telaga ini digunakan penduduk setempat untuk mengairi sawah yang juga berada di puncak gunung. Air dari telaga-telaga di puncak gunung ini dipercaya berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Entry filed under: Misteri dan Nilai Sejarah. Tags: , , .

Flying Fox di Gunung Api Purba Even Jelajah Wisata Alam Penelusuran Gunung Api Purba 1 Agustus 2010

13 Komentar Add your own

  • 1. Kedy  |  Mei 6, 2010 pukul 8:31 am

    Saya pernah melihat di puncak Nglanggeran ada sumber air yang mengalir dengan jernihnya, yang menbuat saya heran disamping mata air tersebur ada bekas bakaran kemenyan yang tinnginya sama degan orang dewasa berdiri. Nah secara kogika mesti banyak orang yang melakukan ritual disana padahal jauh dari pemukiman penduduk. mohon kasih info.Trim’s

    Balas
    • 2. Sugeng Handoko  |  Juni 8, 2010 pukul 5:02 pm

      Iya disitu namanya sumber comberan yang sering digunakan buat bertapa dan meminta wahyu bagi yang percaya…

      Balas
  • 3. reny  |  Mei 22, 2010 pukul 1:37 pm

    tanggal 16 mei lalu saya kemah di langgeran.waaaah pemandanganya indah banget.sampai2 q pengen kesana lagi

    Balas
    • 4. Sugeng Handoko  |  Mei 26, 2010 pukul 6:21 pm

      Oke ditunggu lagi kedatangannya ya…

      Balas
  • 5. syamsi  |  Juni 1, 2010 pukul 1:38 pm

    Saya memang baru mendengar kali ini nama Gunung Nglanggeran meskipun saya di lahirkan di desa kecil di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Namun yang ingin saya komentari adalah sang penulis, Sang Penulis walau masih muda namun mempunyai keinginan yang sangat kuat dalam memajukan daerahnya. Saya berharap penulis dapat memperbanyak tulisannya lagi tentang Daerah Wisata Gunung Nglanggeran sehingga kita bisa mengerti lebih banyak lagi misteri apa yang terkandung di dalamnya. Semoga akan bermunculan Daerah Wisata yang lain khususnya di daerah Kabupaten Gunung Kidul yang dapat di pamerkan di daerah lain bahwa Gunung Kidul Punya Potensi.

    Balas
    • 6. Sugeng Handoko  |  Juni 8, 2010 pukul 4:28 pm

      Oke terimakasih pak… insyaallah akan kami tambah lagi tulisan2nya…. namun karena keterbatasan penulis baru ini yang bisa kami sajikan, tapi kami akan tetep menambah lagi berbagai informasi di Desa Nglanggeran…

      Balas
  • […] Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung. (Ini ada kaitannya juga dengan mitos di Gunung Api Purba tentang adanya Punokawan yang menjaga Gunung Api Purba. Beritanya ada di SINI) […]

    Balas
  • 8. Menebar Ukhuwah Menjalin Silaturahmi  |  November 2, 2010 pukul 9:31 am

    […] Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung. (Ini ada kaitannya juga dengan mitos di Gunung Api Purba tentang adanya Punokawan yang menjaga Gunung Api Purba. Beritanya ada di SINI) […]

    Balas
  • […] Ada kaitan Sejarah Cerita Rakyat Merapi dan Gunung Api Purba […]

    Balas
  • 10. Janu Dewangga  |  Juli 1, 2012 pukul 10:47 am

    Wah, artikelnya bagus dan lengkap mas, kenalkan, saya juga anak GK, Kecamatan Semin. Bolehkah saya mempublikasikan tulisan njenengan di http://www.pariwisatagunungkidul.com? Tentunya dengan menyertakan sumbernya ini mas.

    Balas
    • 11. Sugeng Handoko  |  Juli 5, 2012 pukul 10:03 pm

      oke boleh silakan…. ^_^

      Balas
  • 12. Surya Putu Jose  |  Juli 24, 2012 pukul 9:05 am

    ms tau ngga letak gunung punokawan itu. Trims sbelumnya

    Balas
    • 13. Sugeng Handoko  |  Juli 30, 2012 pukul 9:14 pm

      Setahu saya Gunung Punokawan atau Gunung Wayang sama dengan Gunung Nglanggeran atau Gunung Api Purba…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Mari Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,398 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: