PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) di Gunung Api Purba

Agustus 16, 2010 at 3:53 pm Tinggalkan komentar


PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah salah satu Program dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti yang diperuntukan bagi mahasiswa yang memiliki suatu kreativitas untuk melakukan suatu program tertentu sesuai bidang ilmunya dan bermanfaat bagi masyarakat. Program dibawah naungan Dikti ini bersifat kompetitif dan mahasiswa se Indonesia harus berlomba-lomba menyusun proposal kegiatan PKM untuk nantinya bisa di danai jika program yang diajukan sesuai prosedur yang ditentukan dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut unuk memiliki academic knowlage, skill of thinking, managemen skill, dan comunication skill. Dan kegiatan PKM sangat mewadahi semua aspek tersebut yang dimana kreativitas merupakan jelmaan integratif 3 faktor utama dalam diri manusia yaitu pikiran, perasaan dan ketrampilan.

PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskanpenguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif. Mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerjasama team, menembangkan kemandirian melalui kegiatan kreatif dari ilmu yang ditekuni. Pada awalnya ada 5 jenis kegiatan PKM yang ditawarkan yaitu PKM Penelitian (PKM-P), PKM Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), dan PKM Penulisan Ilmiah (PKM-I). Sejak Januari 2009 DP2M mengelola 6 PKM dari 5 diatas ditambah dengan PKM –Gagasan Tertulis (PKM-GT).

Kawasan ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sebuah wisata barunya jogja yang dalam tahap perintisan dan pengembangan. Sehingga banyak peluang untuk melakukan penelitian maupun dijadikan sebuah lokasi untuk kegiatan PKM. Banyaknya potensi yang melimpah dari hasil pertaniannya, jenis flora langka, fauna langka, berbagai macam makanan khas dari hasil pertanian setempat, adanya hutan rakyat, dan masyarakat yang ramah serta mudah untuk diajak kerjasama.

Alhamdulillh penulis juga pernah melakukan penelitian dan kegiatan PKM dilokasi ini, masih banyak lagi dari universitas lain selain dari Universitas Ahmad Dahlan melakukan penelitian disini antara lain UGM, UIN, dan STTNAS. UGM melakukan penelitian dalam hal kehutanan dan pertanian di Desa Nglanggeran. UIN melakukan penelitian tentang flora langka di Gunung Api Purba, STTNAS akif dalam penelitian batuan Gunung Api Purba yang merupakan batuan langka dan pernah aktif 60 juta tahun yang lalu.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa UAD dari Jurusan Teknik Industri angkatan 2006 yang diketuai oleh Sugeng Handoko (penulis) merupakan kelompok PKM Pengabdian masyarakat (PKM-M). Team PKM-M ini bernama “Green Culture Team” sangat kompak dengan anggota diantaranya adalah :

Ikhsan Widhi Rimia (06019030) Angkatan 2006

Agus Risdyanto (06019007) Angkatan 2006

Nindyah Pratiwi (08304515) Angkatan 2006

Lusiani (08029156) Angkatan 2008

Dan Dosen Pendamping : Afan Kurniawan, S.T.,M.T.

Cocok Tanam Cabe organik

Cocok Tanam Cabe organik

Berikut sekilas isi proposal PKM yang lolos dan didanai oleh Dikti yang disyahkan oleh Prodi Teknik Industri UAD di Yogyakarta, 22 Agustus 2009.

  1. Judul Program

Pengelolaan Potensi Wisata Alam Gunung Api Purba sebagai Industri Wisata Kreatif di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul.

2. Latar Belakang Masalah

Industri ekonomi kreatif merupakan suatu industri yang bertumpu pada karya, dan berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu. Industri ekonomi kreatif tersebut bertujuan menciptakan kesejahteraan, dan lapangan kerja dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi serta daya cipta individu. Pengertian ini sejalan dengan definisi industri kreatif dari UK DCMS Task Force 1998 yang menyebutkan : “Creatives Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation thought the generation and exploitation of intellectual property and content” (Tim Riset. Dep. Perdagangan RI, 2008).

Ekonomi kreatif mempunyai 14 subsektor industri yakni Periklanan (kreasi dan produksi iklan), Arsitektur (tata kota, pertamanan, konservasi budaya, lelang dan sebagainya), Pasar seni dan barang antik, Kerajinan, Desain (interior, eskterior, grafis dan sebagianya), Tata busana (fashion), Film dan fotografi, Permainan kreatif, Musik, Seni pertunjukan, Penerbitan/percetakan, Layanan komputer dan piranti lunak, Televisi dan radio, Riset dan pengembangan.

Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2007 menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir bisnis industri berbasis tradisi dan budaya meningkat pesat. Di kawasan Asia Timur volume bisnis meningkat dari 0,944 Miliar dolar AS pada 1993 menjadi 2,159 miliar dolar pada 2005 (http://www.news.id.finroll.com, Minggu, 31 Mei 2009 ). Hal demikianlah yang diharapkan dapat berkembang pesat di Indonesia. Meskipun selama ini konsep ekonomi kreatif mulai tumbuh di beberapa subsektor di tanah air. Seperti halnya, industri seni rupa dan seni karya di Bali, industri kerajinan keramik dan gerabah di Yogyakarta dan industri busana dan belanja di Bandung.

Seiring dengan itu, konsep ekonomi kreatif belum dapat dikatakan sukses penerapannya di Indonesia. Hal ini seperti disampaikan Eric Santosa, Ketua Kelompok Kajian Ekonomi Kreatif, Universitas Atma Jaya menilai, saat ini ekonomi kreatif di Indonesia masih kurang gaungnya. Meskipun pemerintah sudah mulai memperkenalkan Cetak Biru Ekonomi Kreatif melalui Konvensi Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2008 (www.news.id.finroll.com, Minggu, 31 Mei 2009). Seharusnya hal ini menjadi motivator bagi rakyat Indonesia untuk lebih memberdayakan Industri ekonomi kreatif. Eksistensinya diharapkan dapat berperanserta dalam menopang kesejahteraan masyarakat. Hal ini pun selaras dengan pencanangan ekonomi industri kreatif itu sendiri yang konsepnya telah diperkenalkan, sehingga diharapkan tercapainya tujuan untuk menjadikan tahun 2009 sebagai tahun Indonesia Kreatif.

Menurut menteri perdagangan RI 2008, permasalahan dalam industri kreatif adalah kurangnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Untuk mengantisipasi hal ini perlu dikembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan yang dapat menghasilkan pelaku industri kreatif, dan pengembangan iklim usaha yang kondusif. Untuk memulai dan menjalankan usaha industri kreatif yang meliputi sistem administrasi Negara, kebijakan, dan peraturan serta infra struktur diharapkan dapat dibuat dan mendukung bagi perkembangan industri kreatif tersebut.

Wisata Gunung Api Purba yang terletak di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul merupakan sebuah aset daerah yang berpotensi menjadi sebuah industri wisata yang cukup menjanjikan di Yogyakarta. Prasyarat utama agar aset yang cukup berharga tersebut bisa menjadi sebuah komoditas daerah adalah dikelolanya tempat wisata tersebut dengan baik sesuai standar minimal industri pariwisata. Pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh masyarakat setempat masih bersifat alami dan belum tersentuh oleh ilmu menajemen tata kelola sebuah industri wisata. Dengan kondisi tersebut, mencerminkan bahwa SDM dan SDA yang dimiliki masyarakat belum diberdayakan secara maksimal.

Program Pengelolaan Potensi Wisata Alam Gunung Api Purba sebagai Industri Wisata Kreatif di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul, pada dasarnya bertujuan untuk memaksimalkan peran masyarakat dalam mengelola potensi wilayah yang dimiliki menjadi sebuah aset yang bermakna. Kebermaknaan itu, akan tercapai jika seluruh potensi yang dimiliki masyarakat bisa diberdayakan lebih masksimal.

Berdasarkan data pada kantor desa Nglanggeran, angka pengangguran mencapai 12% dari jumlah penduduk usia produktif (Monografi Desa Nglanggeran 2008). Kondisi itu sesungguhnya belum terlalu mencemaskan, namun akan lebih baik jika pengangguran tersebut bisa dimanfaatkan dalam mengelola potensi wisata yang ada di daerah itu.

Desa Nglanggeran juga memiliki daya dukung kekayaan alam yang sangat potensial, seperti padi, ketela, jagung, kakao, sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Dengan potensi-potensi yang dimiliki tersebut diharapkan Wisata Alam Gunung Api Purba Desa Nglanggeran dapat dikelola menjadi industri wisata kreatif yang memiliki ciri khas wisata organik yang saat ini diminati wisatawan.

3. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari usulan program kreativitas mahasiswa dalam bidang pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah gambaran umum masyarakat desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul?
  2. Bagaimanakah pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan potensi wisata alam Gunung Api Purba desa Nglanggeran?

4.Tujuan Program

Tujuan dari usulan program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Mengetahui gambaran umum masyarakat desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul.
  2. Meningkatkan Potensi Wisata Alam Gunung Api Purba Desa Nglanggeran dengan pemanfaatan SDM dan SDA yang ada di lokasi tesebut.

5. Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya suatu industri wisata yang dapat menjadi lapangan kerja bagi masyarakat Desa Nglanggeran dan tujuan wisata baru bagi wisatawan domestik maupun asing yang mempunyai daya saing dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam yang tersedia dengan mengunggulkan ciri khas berbasis organik, yang tercermin dari potensi hasil-hasil pertaniannya. Seperti: padi, letela, jagung, kakao, aneka ragam sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Dimana teknik cocok tanamnya terlepas dari budaya penggunaan bahan-bahan kimia.

6. Kegunaan Program

    1. Masyarakat dapat meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang ada di sekitar kawasan.
    2. Masyarakat dapat membangun kreativitasnya untuk mengembangkan keterampilan dalam membuat suatu produk yang mempunyai nilai komersial tinggi.
    3. Masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

    4. Masyarakat dapat memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

    5. Masyarakat dapat menjaga kelestarian tradisi dan kekayaan alam di kawasan Wisata Alam Gunung Api Purba Desa Nglanggeran .

Entry filed under: Desa Nglanggeran. Tags: , , , , , , .

Jelajah Wisata Alam 2010 Diikuti 3200 Peserta Hasil Laporan PKM-M Gunung Api Purba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Mari Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,398 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: