Cerita Nglanggeran Tentang pagi Yang menakjubkan

Maret 23, 2011 at 10:50 am 12 komentar


13008040202102449394

Ilustrasi-Gunung Api Purba/Admin (tugujogjaexpress.blogspot.com)

Bulan yang kami cari masih belum menampakan cahayanya. Hamparan kabut yang menutupi langit Jogja di bawah kami menjadi hiburan sambil menunggu sang bulan datang dengan koronanya yang indah dan penuh warna pelangi.

13007603621709722093

masih belum mau keluar

Kopi, api unggun, kebersamaan. 5 orang blogger sedang menikmati malamnya diatas bukit sembari menunggu fenomena alam Supermoon yang akan hadir dini hari nanti. Kondisi itu, sebuah kondisi yang saya yakin orang-orang disana akan mau bertukar tempat. Hamparan lautan kabut, terkadang ada kunang-kunang yang lewat. Bersama kopi, api unggun dan beberapa teman yang menambah kehangatan. Tapi pengalaman itu tidak didapatkan dengan mudah. Kami harus melawan pikiran rasa takut ketika mendaki, Hujan, naik turun rute batu yang curam dan hampir licin. Namun akhirnya kami mendapatkan imbalan yang sangat menawan

1300760065991457496

Mari nikmati kopi nikmat hasil berkeringat

Berada diatas bukit api purba Nglanggeran dengan batu-batunya menjulang ke atas merupakan salah satu sensasi tersendiri. Setelah sebelumnya hujan deras dan petir hampir membuat saya berpikir lebih baik berada diatas kasur yang empuk. Saat itu, berada di ketinggian 650 meter diatas permukaan laut bagi saya merupakan saat menarik yang akan selalu tercatat dalam catatan kenangan ini.

Bayangan batu-batu besar diantara kabut menjadi pemandangan yang tak lazim. bayangan itu membentuk seperti binantang besar mirip monster, tapi ada juga yang seperti bidadari cantik. Inilah salah satu keunikan gunung api purba Nlanggeran, dengan batu-batu besar berjenis Breksi yang menjulang tinggi akibat dari pembentukan material vulkanik beberapa juta tahun yang lalu. Hitam, angkuh, angker batu-batu itu terlihat dalam pikiran saya membentuk bayangan aneh tapi lucu.

1300760416692603017

tidak ada bedanya dengan bulan yang setiap hari kita lihat

Bulan nampak tidak lebih besar menurutku, tidak ada perubahan malam itu. Itu yang kami lihat disana. Memang perubahan bentuk bulan tidak bisa benar-benar dirasakan selain dengan alat tertentu dan para astronom itu. Meski fenomena supermoon itu tidak bisa disaksikan langsung dengan mata langsung. Tapi malam itu memberikan sesuatu yang lebih menarik dari Supermoon.

Kami beranjak dari tempat kami tidur di pos 2. Setelah berkemas dan membersihkan sampah sisa pesta kami malam itu demi menyaksikan supermoon. Yula dan Ngashim pamit duluan untuk turun gunung karena ada keperluan. Hanya kami bertiga yang kemudian melanjutkan menuju puncak pelangi untuk menikmati sunrise pagi itu.

Jarak yang ditempuh daripos 2 menuju puncak lebih lama dari pos utama menuju pos 2. Kami menempuh sekitar 25 menit menuju puncak. Disana sudah ada beberapa kelompok yang ngecamp di deket puncak. jadilah puncak yang tidak begitu lebar penuh oleh anak muda yang menikmati alam ini. Untungnya ini kedua kalinya saya berada di tempat ini, akhirnya saya mengajak Pace dan Pariyem menuju sisi puncak kedua yang tak ada orang selain kami bertiga.

Dan, apa yang kami dapatkan kembali dari puncak ini? ini dia yang kami dapatkan dari atas sana.

Mulai keluar dari balik bukit Sang Fajar

Mulai keluar dari balik bukit Sang Fajar

hamparan kabut yang masih menyelimuti

hamparan kabut yang masih menyelimuti

akhirnya keluar juga

akhirnya keluar juga

Pariyem mendapatkannya

Pariyem mendapatkannya

Pace Agung mendapatkannya

Pace Agung mendapatkannya

Kali ini Putri Malu tidak malu-malu menunjukan keindahanya

Kali ini Putri Malu tidak malu-malu menunjukan keindahanya

Setelah menikmati hangatnya mentari pagi selama satu jam disana dan taklupa foto kenangan kamipun beranjak dari tempat itu. Tidak mudah meninggalkan kenikmatan itu tapi kami memang harus segera pergi dan perjalanan menguras keringat akan kami lakukan lagi,naik turun batu-batu besat hitam itu. Inilah sensasi yang kadang saya juga benci namun begitu menikmati dari setiap nafas yang tak rapi juga keringat yang hemm.

Ini dia perjalanan turun gunung yang sempat terekam. Dengan tenaga baru dari sinar mentari yang hangat ternyata cukup membuat kami mendapat energi lebih untuk melewati rute-rute menyenangkan dan menegangkan ini. Tidak lupa dalam kondisi apapun sebagai seorang blogger kita harus bisa menunjukan kenarsisan apapun itu. Narsis itu sangat perlu ternyata selain sebagai pura-pura nemu spot untuk foto ternyata juga bisa untuk pura-pura istirahat karena memang bener-bener capek, jadi kami tetap bernarsis ria sepanjang perjalanan

Ditambah sensasi lainya yang didapat setelah mendaki gunung purba ini. Eh dari tadi sebenarnya ngomongin Purba melulu, memang apa bedanya gunung purba dengan gunung-gunung lainya? jadi yang saya tahu gunung itu merupakan gundukan tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya memiliki tinggi diatas 600 mdpl. Dan untuk kata purba sepertinya akan selalu berhubungan dengan waktu yang berjuta-juta tahun yang lalu. Jadi kesimpulan saya artinya adalah gundukan tanah yang terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu (semoga ini dibenarkan oleh ahli). Tapi memang pada dasarnya setelah saya baca web GAPN disitu disebutkan bahwa kenapa dinyatakan Nglanggeran sebagai gunung api purba memang dengan penelitian oleh ahliyang akhirnya menyimpulkan bahwa gunung yang memiliki tinggi 700mdpl ini merupakan gunung api purba.

Adalagi keunikan yang ada disekitar Nlanggeran. Ada suatu kampung di sisi bukit yang hanya ditempati 7 KK. tidak kurang dan tidak lebih, beberapa orang membenarkan cerita ini ketika saya tanya. Hanya ada 7 rumah dengan 7 keluarga. Dari informasi yang saya terima jika melebihi atau kurang itu tidak dibolehkan oleh adat setempat, atau bisa-bisa akan terjadi sesuatu. Sungguh keunikan tersendiri. Sayang tetep tidak punya waktu untuk mengunjungi tempat tersebut.

Akhirnya kami sampai di Pos Utama pada pukul 9 pagi. sesuai dengan rencana,setelah turun kami langsung mencari sarapan yang terdapat di sekitar lokasi pos utama. disini memang ada beberapa warung yang memang disiapkan untuk mendukung tempat wisata alam ini. Soto sapi menjadi pilihan pagi itu, cukup saya tidak bisa menuliskan tentang sarapan pagi itu.

Soto sapi Murah-meiah

Soto sapi Murah-meiah

Dengan segala cerita yang saya tulis akhirnya saya mengucapkan terimakasih maturnuwun buat utusan pasukan langit yang gila-gilan hanya untuk melihat bulan yang setiap harijuga bisa dilihat dari depan kost. Pariyem, Kuncung, Pace dan Ngashim. Lain waktu pasukan langit akan mengutus ke sisi paling sudut Gunung Kidul sebelah selatan sana.

Tetap pesan untuk pecinta gunung dan alam ini(titipan pemuda karang taruna Nglanggeran), rawatlah gunung tersebut biar tetep ijo dan tetep bisa kita nikmati. tidak membuang sampah disana (masih saja saya menemukan bungkusan snack yang dengan sengaja dibuang di setapak jalan selama perjalanan).

Beberapa gambar bagus yang kami dapatkan sebagai bonus. Jadi ingat pesan seorang teman, Nglanggeran memang menyimpan banyak gudang ilmu pengetahuan alami. kehidupan tumbuhan, binatang dan tentunya sejarah batu breksinya semoga akan menarik orang untuk datang ke tempat itu.

Autumn in Nglanggeran #2

Autumn in Nglanggeran #2

Autumn in Nglanggeran #3

Autumn in Nglanggeran #3

Belalang muda

Belalang muda

Tidak tahu namanya,kelopaknya unik

Tidak tahu namanya,kelopaknya unik

Pohon Canting yang kami tanam ternyata memiliki tunas baru

Pohon Canting yang kami tanam ternyata memiliki tunas baru

Ini bukan akhir dari perjalanan

Ini bukan akhir dari perjalanan

Sumber : Mas gugun 7 (wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/22/cerita-nglanggeran-2-tentang-pagi-yang-menakjubkan)

Komentar saya : terimakasih mas gugun, dah membantu kami dalam mengenalkan kawasan kami. Salam Sugeng Handoko ^_^ Tetap Semangat dan Terus Berkarya…!!!

Entry filed under: Kliping, Wisata Alam Gunung Nglanggeran. Tags: , , , , .

Menariknya Live Bersama Dewa Pesona Purba Nglanggeran Wajah Baru Desa Nglanggeran

12 Komentar Add your own

  • 1. Gugun 7  |  Maret 23, 2011 pukul 11:50 am

    Wah, nama saya ada angka 7 nya sip mas…. tetap semangat buat kawan2 disana.

    Balas
    • 2. Sugeng Handoko  |  Maret 24, 2011 pukul 10:17 pm

      makasih mas….

      Balas
  • 3. Agung Poku  |  Maret 23, 2011 pukul 1:12 pm

    bukti bahwa Gunung Kidul adalah objek wisata yang menakjubkan🙂

    Balas
    • 4. Sugeng Handoko  |  Maret 24, 2011 pukul 10:17 pm

      iya mas…. Gunungkidul jangan pandang sebelah mata pokoke… ^_^

      Balas
  • 5. Peluang Usaha  |  Maret 27, 2011 pukul 1:22 pm

    it’s beautifful mas .. mantabz.. menambah syukur aja pada sang Pencipta.

    Balas
    • 6. Sugeng Handoko  |  Maret 28, 2011 pukul 8:52 am

      iya kita akan serasa sangat kecil saat dipuncak dan menyaksikan panorama alam yg idah, apa lagi saat sun rise….

      Balas
  • 7. alwathaniyah  |  Maret 31, 2011 pukul 10:51 am

    Mas.. pengen banget membawa anak-anakku untuk berekowisata disana pada saat rekreasi ke jogja nanti. Semoga saja bisa terwujud..😀

    Balas
  • 9. masipoeng  |  April 12, 2011 pukul 11:46 am

    Nglanggeran alam & budayanya masih asri / alami belum terkontaminasi modernitas, smoga bisa terjaga slalu..

    Balas
    • 10. Sugeng Handoko  |  April 12, 2011 pukul 12:15 pm

      amin… terimakasih mas Ipoeng…

      Balas
  • 11. mufti2289i  |  November 14, 2011 pukul 6:26 am

    oya mas salam kenal.,
    oya bunga yang difoto itu kok skrang dah G ada y,, ?
    oya mas klu bisa di pantau juga, mengenai keindahan dan keunikan karagaman floranya mas,,,

    Balas
    • 12. Sugeng Handoko  |  November 16, 2011 pukul 2:09 pm

      Bunganya itu musiman mas….

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Persiapkan dan pastikan waktu longgar Sahabat Geopark untuk 7 Desember 2016. Akan ada penampilan "Gunung Sewu Night Specta". Menjemput Impian Mendunia... penampilan kesenian lokal kolaborasi dengan musik orkestra. Dimeriahkan permainan pencahayaan lampu yg akan ditembak didinding Gunung Api Purba. Akan menjadi pertunjukan yang spektakuler. Insyaallah... semoga Barokah.

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,175 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: