Pemuda Pelopor Minim Perhatian

Oktober 5, 2011 at 5:37 pm 1 komentar


WONOSARI – empat pemuda yang terplih sebagai pemuda pelopor mengunjungi kantor biro Harian Jogja di Gunungkidul, Minggu (2/10). Keempatnya didampingi Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendididkan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid.

Bersama Pemuda Pelopor se Gunungkidul

Bersama Pemuda Pelopor se Gunungkidul

Keempatnya yakni Demi Ardi Pamungkas pemuda pelopor bidang Kewirausahaan, Sugeng Hadoko bidang Pariwisata, M. Agus Nadjib bidang seni budaya dan Erna Rokhayati bidang pendidikan. Mereka mengungkapkan berbagai kelemahan Gunungkidul.

Demi Ardi Pamungkas, pemuda asal Madusari, Wonosari yang juga spesialis ternak lele mengatakan berkali-kali mengajukan proposal kepada Dinas Kelautan dan Perikana Gunungkidul namun tidak pernah ada respon. Sugeng Handoko yang terkenal sebagai pioner promosi wisata Gunung Api purba Nglanggeran juga menyampaikan akses jalan yang kadang masih menganggangi wisatawan. Curhat serupa juga disampaikan Erna Rokhayati, Guru PAUD didusun Piyuyon, Desa Pancarejo, Semanu. Dia menyatakan fasilitas belajar untuk anak usia dini di Gunungkidul masih minim. Sementara, M.Agus Nadjib pemuda asal Kebonrejo, Getas, playen mengembangkan seni badrah tanpa modal.

            Adapun Bahron Rasyid menyatakan proses perjuangan para pemuda pelopor layak mendapatka apresiasi “Mereka berjuang secara berkelanjutan meskipun tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Pada 4 Oktober mendatang, mereka akan maju ke tingkat provinsi DIY.” ujarnya.

Sumber : Harian Jogja, Senin 3 Oktober 2011 (Sunartono)

Tanggapan saya:

Terimakasih kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul yang telah mengadakan Lomba Pemuda Pelopor dan saya bersyukur juga telah terpilih menjadi wakil Gunungkidul untuk maju ke Tingkat Provinsi dan semoga ke tingkat nasional.

Memang dalam proses mengembangkan kepeloporan yang sudah dirintis dan dilakukan didaerah dimana kita tinggal tidak mudah. Banyak sekali kendala dan hambatan. Namun hal tersebut bukan menjadi sesuatu yang membuat semangat dan keinginan untuk memberikan perubahan di masyarakat menjadi terhenti. Hanya saja jika boleh meminta harusnya pemerintah khususnya pemerintah daerah dan pusat selayaknya ikut turunn tangan, karena dalam hal-hal tertentu tidak bisa dilakukan oleh kami. Dan wewenang itu haya bisa dari pemerintah. Contohnya akses jalan di Nglanggeran sangat memprihatinkan, dan itu tidak bisa dilakukan perubahan hanya oleh seorang Sugeng Handoko.

Semoga apa yang kita kerjakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas menjadi ibadah dan amal yang tidak akan putus karena memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada banyak masyarakat. Amin…. tetap Semangat dan terus Berkarya….!!! (Sugeng Handoko)

Entry filed under: Curhat Handoko, Kliping. Tags: , , , , .

Penganugrahan CIPTA AWARD 2011 di Terima juga Oleh Gunung Api Purba Nglanggeran Merasa Sendirian di Jakarta

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Mari Memuliakan Warisan Bumi Mensejahterakan Masyarakat

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,398 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: