Pemkab Gunungkidul Tak Tetapkan Tarif Retribusi Wisata Minat Khusus

Oktober 13, 2011 at 11:03 am 1 komentar


Ilustrasi. (Foto : Dok)

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak menetapkan tarif retribusi wisata minat khusus karena pengelolaan objek wisata diserahkan pada masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gunung Kidul Suryoaji di Wonosari mengatakan Pemkab tidak memungut biaya retribusi masuk objek wisata minat khusus, seperti susur Gua Kalisuci, susur Sungai Oya, Gua Jomblang, dan Gunung Api Purba Nglangeran.

“Besaran tarif masuk objek wisata minat khusus ditentukan oleh masyarakat pengelola sehingga pemkab tidak menentukan biaya retribusi,” kata dia di Wonosari, Selasa (13/9).

Dia mencontohkan untuk masuk ke Gunung Api Purba setiap orang harus membayar sebesar Rp3.000. Biaya itu, kata dia, digunakan untuk kebutuhan operasional pendamping saat menuju Gunung Api Purba.

Dia mengatakan pendapatan yang masuk dari wisatawan di objek wisata minat khusus langsung digunakan masyarakat setempat untuk biaya pengelolaan. “Pada intinya masyarakat langsung diberdayakan karena mereka mengelola dan memanfaatkan pendapatan yang masuk dari seluruh objek wisata minat khusus,” katanya.

Dia mengatakan, masyarakat yang mengelola kawasan wisata, kata dia memanfaatkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) untuk mendukung pengelolaan objek wisata. “Dana PNPM digunalan untuk melengkapi fasilitas objek wisata minat khusus, seperti peralatan pendukung susur gua,” katanya.

Dia mengatakan wisata minat khusus di kabupaten ini semakin digemari karena wisatawan tidak hanya berwisata di pantai, melainkan menikmati keindahan alam Gunung Kidul, yang beraneka ragam. “Di kabupaten ini terdapat banyak wisata pilihan sesuai minat wisatawan,” katanya.

Ia mencontohkan wisata susur gua mulai dilirik wisatawan sebagai wisata khusus yang menawarkan petualangan. “Namun, belum semua gua yang dimanfaatkan untuk tujuan wisata khusus,” kata dia.

Menurut Suryoaji,dari 400 gua yang ada di kabupaten ini,hanya lima persen atau setara dengan 20 gua yang dimanfaatkan untuk tujuan wisata. “Kendala utama untuk membuka wisata khusus adalah akses jalan.Kami akan berupaya mencari solusi untuk memecahkan masalah itu,” kata dia. (Ant/Van)

Sumber : KR Jogja  Selasa, 13 September 2011 12:51:00

Entry filed under: Kliping, Pariwisata. Tags: , , , , .

Meskipun Minim Dukungan Pengelola Nglanggeran Berprestasi Nasional 2 Pemuda Pelopor Gunungkidul wakili DIY

1 Komentar Add your own

  • 1. Tiyang Atmojo  |  Desember 25, 2011 pukul 8:52 pm

    progrma kerja yang bagus tapi dengan satu syarat jangan sampai ada oknum masyarakat yang memanfaatkan aturan ini untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan atau membuat hal-hal yang merugikan wisatawan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : @GunungApiPurba

Persiapkan dan pastikan waktu longgar Sahabat Geopark untuk 7 Desember 2016. Akan ada penampilan "Gunung Sewu Night Specta". Menjemput Impian Mendunia... penampilan kesenian lokal kolaborasi dengan musik orkestra. Dimeriahkan permainan pencahayaan lampu yg akan ditembak didinding Gunung Api Purba. Akan menjadi pertunjukan yang spektakuler. Insyaallah... semoga Barokah.

Translate

RSS Berita Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip Tulisan

Informasi Pengunjung

  • 407,175 Pengunjung

Pengunjung Situs Ini

Dari mana saja yang Kesasar

free counters

Website

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya

Cintai Desa Kita Cintai Indonesia Kita

Hubungi YM

Liat Foto2 di FB


%d blogger menyukai ini: